SMAN 1 Wonosari Batal Buka Kelas Akselerasi

ilustrasiilustrasi

JOGJA—Keinginan warga Gunungkidul untuk memasukkan anaknya dalam kelas akselerasi di SMAN I Wonosari pada tahun ajaran 2012/2013 kandas.

Pasalnya, di sekolah berstatus program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) itu, jumlah siswa dengan kemampuan memenuhi standar  intelligence quotient (IQ) tak mencukupi kuota minimal.

“Sesuai hasil tes, hanya ada lima anak dengan IQ yang memenuhi standar minimal masuk kelas akselerasi,” kata Kepala Sekolah SMAN 1 Wonosari Tamsir kepada Harian Jogja, kemarin.

Menurut Tamsir, pihaknya sebenarnya telah mengusahakan kembali membuka kelas akselerasi tahun ajaran kali ini. Namun, adanya peningkatan standar minimal masuk kelas akselerasi sebagaimana dipersyaratkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat keinginan itu kandas.

Jika sebelumnya standar minimal IQ siswa untuk masuk kelas akselerasi adalah 110-115, maka mulai tahun ini standar itu naik menjadi 125-129.

“Dengan kenaikan itu, jika sebelumnya kami bisa mendapatkan 24 anak dalam satu kelas. Kali ini kami hanya mendapatkan lima. Padahal kuota minimal pembukaan kelas adalah 10 anak,” terang dia.

Meski gagal membuka kelas akselerasi, Tamsir mengaku fenomena kenaikan standar minimal kemampuan IQ, tidak hanya berpengaruh terhadap SMAN 1 Wonosari. “Di SMAN 1 Jogja atau dikenal SMA teladan saja, kesulitan untuk menemukan siswa dengan kemampuan minimal IQ segitu. Jadi persoalan ini bukan hanya kami alami,” ungkap Tamsir.

Adapun Kepala Bidang Perencanaan dan Standarisasi Disdikpora DIY, Suroyo mengatakan kenaikan standar IQ sudah sesuai dengan tujuan awal dari pengembangan RSBI di daerah. Diharapkan ke depan pengembangan sekolah dengan label RSBI bisa lebih ditingkatkan dan mampu memenuhi standarisasi kemampuan yang ada.

“Itu tujuannya jelas, agar RSBI yang ada mampu memenuhi standar RSBI secara keseluruhan. Selama ini kan RSBI masih memiliki dua kelas, yakni regular dan akselerasi dan kedepan hal itu tidak akan terjadi,” jelas dia.

Untuk di DIY, saat ini Disdikpora belum akan menambah jumlah sekolah berstatus RSBI. Dari 15 sekolah berstatus tersebut, hingga kini selain SMAN 1 Wonosari, terdapat SMAN 2 Wates yang menjadi wilayah pengawasan pihaknya.

“Ke depannya memang akan dikembangkan system SKS di RSBI, sehingga tidak diperlukan lagi kelas akselerasi,” ujar Suroyo.

Editor: | dalam: Pendidikan |
Iklan Baris
  • Mau tambahan penghasilan

    Bunda mau tambahan penghasilan 4 sampai dengan 7 juta/bulan,copy/scan ktp hubungi: pin 25d7547a, 082225849709…

  • ahli sumur dan kuras

    AHLI SUMUR dan kuras/ SEDOT WC, BOWO, Hubungi. 08192630887/ 085701507252, Wonosari-Gunungkidul…

  • Dicari bagian administrasi

    Dicari:Karyawati Bagian Administrasi Perkantoran Syarat Jujur,Disiplin,Tanggungjawab Minimal D3/S1 Menguasai P…

  • Ahli sumur bor

    Ahli sumur bor/Suntik,Servis Pompa air,Sedot WC,Saluran Bantu dan lain lain.Hubungi:085102173001.Pak Min Jl.So…

  • dibutuhkan tukang sablon

    Dibutuhkan Tukang Sablon, Mahir, Diutamakan Domisili Kasihan Bantul. H: Wijaya Warna 088806108597…

  • IRT ingin penghasilan tambahan

    IRT ingin penghasilan tanpa meninggalkan keluarga& waktu yang fleksibel hubungi : pin 23b7e18f, 081995502…

  • apartemen cluster

    Apartemen Cluster Jogja Condongcatur, Harga 67juta Cocok Untuk Investasi Contact person.(0274)881839, 08773897…

  • dibeli tinggi laptop/netbok

    Dibeli Tinggi Segala Kondisi!!! laptop,Netbuk,Macbook,HP,PC,Tablet,LED/LCD. 08972661543…

  • Honda Revo

    Honda Revo Tahun 2010, 110cc Hitam,Kondisi OKE. Surat Lengkap Harga 6,7juta Telpon.085643121233…

  • dicari kapster potong rambut

    Dicari kapster bisa potong,spa,dan lain lain.Spa khusus wanita gaji + bonus 10% Cendana Salon Jl.Gambiran Hubu…



Iklan Baris
Menarik Juga »