SOLOPOS.COM - PASAR TIBAN—Pasar Dekso di Banjararum Kalibawang ramai di sore hari oleh para penjual dan pembeli makanan khas bulan puasa, Senin (23/7). (JIBI/Harian Jogja/Nina Atmasari)

Pasar rakyat harus dibuat menarik, nyaman, dan bersih agar masyarakat tetap tertarik untuk datang dan berbelanja.

Harianjogja.com, KULONPROGO- Keberadaan pasar tradisional atau pasar rakyat dituntut mampu bersaing dengan pasar moderen yang semakin menjamur. Pasar rakyat harus dibuat menarik, nyaman, dan bersih agar masyarakat tetap tertarik untuk datang dan berbelanja.

Promosi Championship Series, Format Aneh di Liga 1 2023/2024

Hal itu diungkapkan Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo dalam peluncuran program Gerakan Pasar Bersih di halaman Pasar Dekso, Kalibawang, Kulonprogo, Kamis (7/9/2017).

“Agar pasar rakyat tetap eksis, harus dikelola dan ditata dengan baik dan mampu memberi pelayanan yang baik kepada pembeli atau pengunjung pasar,” kata Hasto.

Sampah yang berserakan dan menumpuk bisa menimbulkan aroma yang tidak sedap dan berbagai masalah lainnya apabila tidak segera ditangani. Namun, hal itu bukan hanya tanggungjawab petugas kebersihan pasar. Para pedagang mestinya juga memiliki kesadaran untuk ikut menjaga kebersihan.

Gerakan Pasar Bersih bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan pasar rakyat yang lebih sehat dan nyaman. Menurut Hasto, kebersihan lingkungan pasar menjadi salah satu indikator tingkat kenyamanan konsumen.

“Ini seperti slogan pasar resik, rejekine apik. Kalau masyarakat senang dan nyaman berbelanja di pasar tradisional, harapannya bisa meningkatkan kesejahteraan pedagang,” ucap Hasto.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kulonprogo, Niken Probo Laras mengatakan, Gerakan Pasar Besih sebenarnya sudah dilaksanakan sejak 9 Agustus lalu di 30 pasar rakyat seluruh Kulonprogo. Para pedagang diajak menjaga kebersihan pasar dengan melestarikan budaya gotong royong. Pada bulan yang sama, diselenggarakan pula Lomba Pasar Bersih untuk memotivasi semangat para pedagang.

Niken berharap kebersihan pasar tidak hanya mengandalkan kinerja tenaga kebersihan tetapi gotong royong para pedagang. Kesadaran untuk menjaga kebersihan juga diharapkan didukung dengan sistem yang baik sehingga gotong royong tidak hanya dilakukan saat ada lomba.

“Harapannya kesadaran pedagang terhadap kebersihan lingkungan pasar jadi meningkat,” ungkap Niken.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya