Jogja
Minggu, 19 Juni 2022 - 22:40 WIB

4 Warga Meninggal karena Leptospirosis, Ini Langkah Pemkab Gunungkidul

David Kurniawan  /  Abdul Jalil  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/Dok)

Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Pemkab Gunungkidul, DI Yogyakarta, mencatat selama enam bulan terakhir ada 22 orang yang terjangkit leptospirosis. Bahkan, empat orang di antaranya meninggal dunia setelah terjangkit.

Untuk mengatasi meluasnya penyebaran leptospirosis, Dinas Kesehatan Gunungkidul akan memaksimalkan Satuan Tugas (Satgas) One Health yang bertugas menangani masalah penyakit zoonosis tersebut.

Advertisement

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan sebenarnya Satgas One Health telah dibentuk sejak 2018. Tugas tim ini untuk menangani masalah penyakit zoonosin, salah satunya pencegahan penyebaran dan penanggulangan leptospirosis.

Hingga sekarang, keberadaan satgas tersebut hanya ada di tingkat kabupaten. Namun, rencananya diperluas hingga tingkat kapanewon.

Advertisement

Hingga sekarang, keberadaan satgas tersebut hanya ada di tingkat kabupaten. Namun, rencananya diperluas hingga tingkat kapanewon.

Baca Juga: Waspada! 4 Warga Gunungkidul Meninggal karena Terjangkit Leptospirosis

“Sekarang masih proses pembentukan satgas kapanewon,” katanya, Minggu (19/6/2022).

Advertisement

“Biar bisa fokus dalam penanangan, maka akan dibentuk di kapanewon. Nantinya, tidak hanya menangani leptospirosis, tapi juga menyasar penyakit yang ditularkan hewan ke manusia lainnya,” ujar Dewi.

Selain membentuk Satgas One Health, dinas kesehatan juga terus melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang bahaya leptospirosis. Penyuluhan dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait dengan penyakit serta cara penanggulangan.

Baca Juga: Gelapkan Kendaraan & Terlibat Asusila, 3 PNS Gunungkidul Dinonaktifkan

Advertisement

“Paling penting terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta makan makanan bergizi. Jangan lupa rutin berolahraga untuk menjaga kondisi tubuh,” katanya.

Dewi menambahkan, area pertanian mendapat catatan khusus karena banyak petani yang terjangkit penyakit ini. Oleh karenanya, ia meminta pada saat bekerja menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu boot, sarung tangan, dan lain sebagainya.

“Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah beraktivitas,” katanya.

Advertisement

Berita ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul Begini Jurus Pemkab Gunungkidul Mengatasi Lonjakan Kasus Leptospirosis

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif