Jogja
Minggu, 4 Desember 2016 - 11:16 WIB

BENCANA BANTUL : Banyak Kendaraan Mogok Terjebak Banjir

Redaksi Solopos.com  /  Nina Atmasari  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Mobil terjebak banjir di dusun Buruhan, Desa Tirtosari, Kecamatan Kretek, Sabtu (3/12) sianng. (Harian Jogja/Arief Junianto)

Bencana Bantul menyebabkan banyak kendaraan mogok akibat terjebak banjir

Harianjogja.com, BANTUL-Hujan deras yang masih terjadi hingga Sabtu (3/12/2016) malam menyebabkan banjir di sejumlah lokasi di Bantul urung surut. Salah satunya adalah di salah satu ruas dusun Buruhan, Desa Tirtosari, Kecamatan Kretek.

Advertisement

Dari pantauan Harianjogja.com di lapangan, genangan air di Dusun Buruhan yang terjadi sejak dua hari sebelumnya mencapai hingga lebih dari 1 meter. Beberapa kendaraan roda dua dan roda empat yang kebetulan melintas pun tampak mogok.

Selain di wilayah itu beberapa titik genangan juga terjadi. Seperti misalnya, di kawasan Cimpon, Desa Tirtosari dan Sangkeh Desa Srigading Kecamatan Sanden pun mengalami hal yang sama.

Menurut penuturan Samsudi, warga setempat, ketinggian air sebenarnya sudah mulai menurun sejak Jumat (2/12/2016) malam. Namun hujan deras yang kembali mengguyur membuat ketinggian air kembali naik, Sabtu (3/12/2016) siang. “Ya sekitar pukul 11.00 tadi,” katanya.

Advertisement

Meski begitu, Samsudi mengaku tidak panik. Pasalnya, banjir di wilayahnya memang nyaris terjadi tiap tahun. Setiap hujan deras, wilayah tersebut memang menjadi langganan banjir.

Senada, Juwarisman, warga Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek pun demikian. Ia yang sejak kecil melintasi daerah itu, membenarkan bahwa wilayah tersebut sudah menjadi langganan banjir.

Oleh karena itulah, ia berharap agar  persoalan banjir itu segera dicarikan solusinya oleh Pemkab Bantul.  Pasalnya, ruas jalan itu merupakan akses utama penghubung Kecamatan Kretek dan Sanden Bantul.

Advertisement

“Setiap hujan air di jalan itu selalu naik ke jalan Dusun Buruhan  Kretek. Tetapi mengapa sampai sekarang tidak dilakukan antisipasi, karena sudah terjadi setiap tahun mestinya pemerintah mencegah,” ujar Juwarisman.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif