SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Sebuah benda mirip bom  menggegerkan sebuah hotel berbintang di Sleman

Harianjogja.com, SLEMAN – Sebuah benda yang terangkai menyerupai bom ditemukan di salahsatu kamar hotel kawasan Jalan Magelang, Mlati, Sleman, Kamis (9/4/2015) malam.

Promosi Mi Instan Witan Sulaeman

Benda tersebut diketahui merupakan kembang api yang sengaja ditinggal di kamar hotel.

Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnain menjelaskan benda mirip bom itu pertama kali ditemukan oleh salahsatu karyawan hotel yang akan memeriksa kamar.

Setelah mendapati benda mencurigakan itu lalu menginformasikan kepada petugas keamanan. Karena menyerupai bom dikhawatirkan membahayakan, petugas lalu menghubungi pihak kepolisian.

Setelah kepolisian melakukan pengecekan, lanjutnya, barang tersebut diketahui berupa kabel yang terkoneksi dengan tabung serta tempat baterai.

“Di sana ada barang rangkaian kabel, tabung yang dilakban warna hitam dan ada tempat untuk penghubung baterai. Karena ada rangkaian itu lalu kami koordinasi dengan satuan Brimob,” urai dia.

Satu tim dari Gegana, Brimob Polda DIY melakukan olah TKP, lalu barang mencurigakan itu diamankan di Mako Brimob.

Setelah dilakukan penyelidikan berdasarkan penghuni atau penyewa kamar sebelumnya diketahui bahwa barang itu milik salahsatu grup dancer berinisial O dari Bandung Jawa Barat. Kelompok ini sebelumnya telah tampil di salahsatu tempat hiburan di Jalan Magelang.

“Kami mendapatkan keterangan dari orang yang membookingkan berinisial TM dan dibenarkan bahwa yang menyewa kamar dia. Dan rangkaian itu merupakan properti hiburan,” ungkapnya.

Barang menyerupai bom itu merupakan salahsatu jenis kembang api yang digunakan untuk pertunjukan penari dancer. Sengaja ditinggal di dalam kamar tepat berada di atas meja karena sudah tidak bisa dipakai.

Untuk memastikan bahwa barang tersebut merupakan kembang api yang digunakan untuk pertunjukan, pihaknya meminta kepada TM untuk mencarikan sampel barang serupa saat pertunjukan sebelumnya.

“Sampelnya sudah kami dapatkan dan juga barangnya, saat ini kami kirimkan ke Puslabfor Semarang untuk menentukan barang tersebut berbahaya atau tidak,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya