Jogja
Kamis, 5 Oktober 2023 - 11:13 WIB

Cerita Hutan Adat Wonosadi Gunungkidul Tak Jadi Gundul Berkat Peran Jagawana

Ponco Suseno  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Elang brontok yang siap dilepasliarklan di Hutan Wonosadi, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul, Rabu (2/10/2013).

Solopos.com, GUNUNGKIDULHutan Adat Wonosadi Gunungkidul berlokasi di Desa Beji, Kapanewon Ngawen. Hingga sekarang, kelestarian alam di hutan seluas kurang lebih 25 hektare yang terkenal angker ini masih tetap terjaga.

Dikutip dari rebowagen.com pada Kamis (5/10/2023), status tanah di hutan ini milik Sultan Ground (SG). Penamaan Wonosadi berasal dari dua kata, yakni wono atau wana yang artinya alas/hutan dan sadi yang berarti rahasia. Jika digabungkan, Wonosadi memiliki arti hutan yang memiliki banyak rahasia.

Advertisement

Hutan Adat Wonosadi Gunungkidul nyaris gundul di era 1965 karena maraknya pembalakan liar. Beruntung, kondisi di hutan tersebut berangsur pulih karena peran aktif warga sekitar.

Salah satu tokoh perawat ekosistem di hutan ini adalah Sudiyo. Di mana perjuangan Sudiyo kini telah diteruskan oleh anaknya Sri Hartini, 55 yang menjadi ketua jagawana (penjaga hutan).

Dikutip dari jadesta.kemenparekraf.go.id, Hutan Adat Wonosadi Gunungkidul yang menjadi kawasan jungle tracking pegunungan ini masih memiliki beragam flora dan fauna.

Advertisement

Kekayaan ekosistem tersebut tidak terlepas dari usaha masyarakat setempat dalam menjaga dan melestarikan hutan. Penjagaan terhadap kelestarian hutan sangat ketat, pengunjung dilarang mengambil apapun dari hutan tersebut.

Berbagai satwa itu seperti bermacam-macam burung (burung anis merah, elang brontok, kutilang, kepodang, cucak rowo, pentet, ciblek, dan masih banyak yang lainnya).

Tidak hanya spesies burung, puluhan binatang lain, baik yang asli dari hutan Wonosadi maupun pendatang juga ada di lokasi ini, seperti kera ekor panjang, rusa, musang, landak, berbagai macam ular, dan lainnya.

Advertisement

Kekayaan flora yang dimiliki Hutan Adat Wonosadi Gunungkidul ini juga tidak kalah menariknya. Terdapat sekitar 70 spesies tanaman kayu, 37 jenis tanaman buah, 33 jenis tanaman jamu lokal. Bahkan ada satu jenis kayu yang diklaim hanya ada di hutan Wonosadi, yaitu pohon wegil.

Advertisement
Kata Kunci : Adat Alam Angker Hutan
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif