Jogja
Rabu, 20 Januari 2016 - 02:40 WIB

CUACA EKSTREM : Dinkes Kota Jogja Waspadai Demam Berdarah

Redaksi Solopos.com  /  Sumadiyono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi fogging (JIBI/SOLOPOS/Dok)

Salah satu penyakit yang beresiko terjadi saat ini adalah demam berdarah dengue (DBD).

 

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Kesehatan Kota Jogja mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat, terlebih di saat cuaca yang tidak menentu saat ini. Salah satu penyakit yang beresiko terjadi saat ini adalah demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Fita Yulia Kisworini mengatakan di awal tahun ini sampai pertengahab bulan, sudah ada 10 kasus penyakit demam berdarah. Data tahun lalu, kasus demam berdarah juga cukup banyak mencapai 945 kasus, dan 11 orang yang terjangkit di antaranya meninggal dunia.

Fita mengatakan, demam berdarah umumnya saat mucim penghujan. Namun, saat ini musim tidak menentu, terkadang hujan terkadang panas, membuat kembangbiak nyamuk akan cepat, terlebih jika masyarakat tidak menjaga kebersihan lingkungan. “Maka perlu langkah waspada menjaga kebersiah luar dan dalam di lingkungannya masing-masing,” kata dia saat dihubungi Selasa (19/1/2016).

Advertisement

Selain itu, Fita juga mengimbau dalam cuaca yang tidak menentu ini untuk mengurangi aktifitas di luar rumah. Jika terpaksa, warga bisa menggunakan alat pelindung seperti payung atau topi. “Perbanyak minum air putih meskipun tidak merasa haus,” katanya.

Namun air putih yang diminum diusahakan bukan air es, karena dalam kondisi dehidrasi ketika minum es ada perubahan suhu yang mendadak yang bisa membuat daya tahan tubuh kaget.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif