Jogja
Minggu, 2 November 2014 - 16:20 WIB

CUACA EKSTREM : Hore, Awal November Diprediksi Hujan

Redaksi Solopos.com  /  Mediani Dyah Natalia  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi hujan (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Harianjogja.com, JOGJA-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memperkirakan mulai awal bulan ini, wilayah DIY memasuki musim penghujan setelah sempat mundur selama hampir 20 hari.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG DIY Toni Agus Wijaya mengatakan hujan tidak akan turun bersamaan di seluruh wilayah DIY, melainkan secara bertahap. Dia memperkirakan hujan akan turun terlebih dahulu di wilayah utara dengan intensitas rendah kemudian bergerak ke pusat kota sekitar pertengahan bulan dan akhirnya menyentuh daerah selatan DIY.

Advertisement

“Diawali dari wilayah utara. Pada minggu-minggu ini sudah mulai ada hujan gerimis atau hujan ringan. Nanti, pertengahan November, baru daerah pertengahan, Kota Jogja. Baru nanti pada akhir november daerah Selatan, Gunungkidul. Sehingga pada akhir November lah seluruh wilayah di DIY ini secara keseluruhan baru memasuki musim hujan,” jelasnya kepada Harianjogja.com, Sabtu (1/11/2014).

Toni memaparkan jadwal awal mula masuknya musim penghujan di seluruh wilayah DIY memang tidak pernah bersamaan. Hal itu lantaran perbedaan ketinggian lahan topografi wilayah setempat yang terdiri atas area pegunungan di utara hingga daerah daratan rendah dan pantai di wilayah selatan.

“Di bagian utara, faktor pengumpulan uap air terjadi lebih dulu terjadi dibandingkan selatan, maka yang utara ini masuk musim hujan juga lebih dulu,” katanya.

Advertisement

Menurut Toni, musim hujan kali ini memang datang terlambat sekitar 10–20 hari dari kondisi normal. Penyebabnya, ujarnya, pola angin yang bertiup di kawasan Indonesia masih berasal dari arah timur ke arah barat.

“Jika pola angin sudah berubah, dari barat ke timur, dia membawa banyak uap air sehingga kita memasuki musim hujan,” katanya.

Pola angin itu pula lah, lanjutnya, yang turut berpengaruh terhadap tinggi gelombang di laut selatan DIY.

Advertisement

“Karena peningkatan kecepatan angin, minggu-minggu ini antara 2–3 meter. Tapi tidak terlalu ekstrim, masih dalam batas yang wajar,” katanya.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif