SOLOPOS.COM - Sejumlah pedagang memaksa melalui jalur yang terendam banjir di Pantai Glagah, Temon pada Kamis (15/12/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)

Cuaca ekstrem menyebabkan kios dipantai Glagah terendam

Harianjogja.com, KULONPROGO-Puluhan kios yang berlokasi di laguna Pantai Glagah terendam air akibat hujan deras berkepanjangan beberapa hari belakangan. Akibatnya, sejumlah pedagang terpaksa menutup warungnya.

Promosi Berteman dengan Merapi yang Tak Pernah Berhenti Bergemuruh

Mardi, salah satu pedagang mengatakan jika pedagang sudah libur berjualan selama nyaris 2 pekan belakangan. “Sudah tidak bisa jualan di sana [kios sekitar laguna],” jelasnya pada Kamis (15/12/2016).

Pedagang kemudian berinisiatif membuka lapak terpal di atas tanggul breakwater yang berada tak jauh dari kios lamanya sembari menunggu air surut.

Hanya saja, hal tersebut dirasa tak efisien karena pedagang harus membuka dan menutup lapaknya setiap hari. Pedagang lainnya, Yanto, menerangkan jika kondisi air mencapai tinggi betis orang dewasa sehari sebelumnya.

“Tapi sudah mulai surut makanya dibersihkan,” jelasnya.

Ia sebenarnya datang untuk mebersihkan kios namun kemudian memutuskan berjualan melihat banyak wisatawan yang datang.

Sejumlah kios tersebut menjual suvenir dan kuliner bagi pengunjung Pantai Glagah. Selain masuk ke warung, air juga menggenangi jalan yang biasa dilalui wisatawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya