Jogja
Minggu, 8 Desember 2013 - 16:51 WIB

DPRD Bantul Butuh Penjelasan tentang Pembebasan Lahan PSG

Redaksi Solopos.com  /  Nina Atmasari  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Foto Pasar Seni Gabusan (JIBI/Harian Jogja/Antara )

Harianjogja.com, BANTUL- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, membutuhkan penjelasan terkait pembebasan lahan untuk pengembangan Pasar Seni Gabusan (PSG) yang diusulkan pemerintah setempat sebesar Rp10 miliar untuk tahun angaran 2014.

“Terkait pembebasan lahan PSG, kami masih perlu melakukan pendalaman informasi termasuk membutuhkan penjelasan, karena di dalam Banggar [Badan Anggaran] DPRD, informasinya belum detail,” kata Anggota Banggar DPRD Bantul, Aslam Ridho, Minggu (8/12/2013).

Advertisement

Menurut dia, pembebasan lahan PSG telah diajukan Bupati sebesar Rp10 miliar saat awal pembahasan Rancangan APBD 2014 beberapa waktu lalu, namun usulan tersebut dipending saat pembahasan karena selain informasi belum detail juga anggaran yang ada dalam cadangan terbatas.

Apalagi kata dia, dalam usulan pembebasan yang masuk dalam nomenklatur pengembangan PSG di kawasan Jalan Parangtritis, Timbulharjo tersebut juga diusulkan dana sebesar Rp48 miliar yang pembayarannya selama tiga kali yakni pada APBD 2014, kemudian APBD Perubahan 2014 dan APBD 2015.

“Kami juga belum melakukan pendalaman terhadap lahan yang akan dibebaskan, statusnya apa, peruntukan apa, makanya Banggar butuh pendalaman untuk lebih jelas, kalau tidak salah angka komulatifnya sebesar Rp48 miliar yang rencananya di bayar tiga kali,” katanya.

Advertisement

Oleh sebab itu, kata dia usulan dana sebesar Rp10 miliar untuk pembebasan lahan PSG dipending dan rencananya akan dialokasikan pada APBD Perubahan 2014, sementara dana cadagan yang ada akan dialokasikan ke nomenklatur yang lain yang dirasa lebih penting.

“Di Banggar masih ada waktu sebelum akhir tahun untuk membahas dan memasukan ke APBD 2014, jika dalam waktu dekat ini ada sumber pendapatan yang bisa dicadangkan, sehingga memungkinkan masih bisa dimasukkan dalam pembahasan RAPBD 2014,” katanya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif