Jogja
Kamis, 13 Februari 2014 - 14:08 WIB

Ekstensometer Dipasang di Dua Desa di Kulonprogo

Redaksi Solopos.com  /  Nina Atmasari  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)

Harianjogja.com, KULONPROGO—Tingginya potensi longsor membuat Balai Peyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BBPTKG) Jogja memasang dua unit alat pendeteksi gerakan tanah (ekstensometer) di Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh dan Dusun Gudang, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo.

Pekan lalu, jalan lingkar menuju Puncak Suroloyo di Keceme, Gerbosari amblas sedalam 50 sentimeter dengan panjang retakan mencapai 50 meter yang mengakibatkan jalan lingkar menuju objek wisata tersebut tak dapat dilewati kendaraan roda empat.

Advertisement

Sementara kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, mendapat laporan lisan dari Kecamatan Girimulyo, terdapat rekahan tanah sepanjang 300 meter di areal persawahan yang mengancam delapan KK dan bangunan.

Kepala BPBD Kulonprogo, Untung Waluyo, mengaku belum melakukan pengecekan ke lapangan terkait persoalan serupa yang baru terjadi di Gudang, Purwosari, kendati demikian ia sudah meminta bantuan BPPTKG untuk memasang ekstensometer di wilayah tersebut.

“Rencananya kami akan meninjau lokasi, tetapi sudah memohon bantuan pemasangan ekstensometer kepada BPPTKG di wilayah tersebut,” ujarnya usai menerima bantuan peralatan tanggap bencana dari BPBD DIY, Rabu (12/2/2014).

Advertisement

Menurutnya, cepat atau lambat rekahan tanah yang terdapat di Keceme maupun Gudang berpotensi longsor, sehingga alat yang dipasang berfungsi untuk mengetahui dinamika pergerakan tanah.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif