Jogja
Sabtu, 11 Juni 2016 - 14:20 WIB

HASIL UJIAN NASIONAL : Gunungkidul Belum Beranjak dari Peringkat Terbawah

Redaksi Solopos.com  /  Mediani Dyah Natalia  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ekspresi kegembiraan siswa saat hasil Ujian Nasional diumumkan. (JIBI/Solopos/Antara/ilustrasi)

Hasil ujian nasional Gunungkidul belum sesuai harapan.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Hasil Ujian Nasional tingkat SMP dan sederajat di Gunungkidul belum menunjukan peningkatan prestasi karena posisinya masih di peringkat terbawah di DIY. Tidak hanya itu, nilai rataan yang diperoleh juga mengalami penurunan 7,97 poin dibandingkan rataan di tahun lalu.

Advertisement

Data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, menempatkan Gunungkidul di posisi buncit. Dari tiga mata pelajaran yang diujikan memiliki nilai total 229,83. Jumlah ini masih kalah dengan daerah lain, seperti Bantul dengan 255,83 atau Kulonprogo dengan nilai 251,77. Kondisi ini makin memprihatinkan jika dilihat nilai total yang mengalami penurunan.

Tahun lalu, siswa siswi pendidikan pertama di Gunungkidul mampu meraih nilai rataan 237,80. Prestasi ini tidak bisa dipertahankan karena hasilnya turun 7,97 poin menjadi 229.83.

Advertisement

Tahun lalu, siswa siswi pendidikan pertama di Gunungkidul mampu meraih nilai rataan 237,80. Prestasi ini tidak bisa dipertahankan karena hasilnya turun 7,97 poin menjadi 229.83.

Menanggapi capaian ini, Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul Heri Nugroho mengaku prihatin dengan prestasi yang dicapai para murid. Menurut dia, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan agar bisa mendongkrak prestasi akademik yang dimiliki. Untuk mewujudkan hal tersebut, butuh partisipasi semua pihak, mulai dari satuan pengajar, dinas, pemerintah kabupaten, orang tua hingga peran lingkungan.

Dia menjelaskan, peran semua pihak sangat dibutuhkan, karena saat ini koordinasi ini belum berjalan. Misalnya untuk guru, masih sebatas melakukan rutinitas dalam mengajar. Sedang untuk pemberian motivasi masih kurang karena kewenangan tersebut masih diserahkan ke guru bimbingan konseling. Masalah ini jadi semakin tambah pelik dengan keberadaan tunjangan sertifikasi yang belum signifikan mendongkrak mutu pendidikan yang dimiliki.

Advertisement

“Saya yakin saat ngomong seperti ini, pasti ada beberapa guru yang berkomentar. Tapi komentar saya berdasar kondisi yang ada dan merupakan hal yang umum,” katanya kepada Harianjogja.com, Jumat (10/6/2016).

Disdikpora Juga Mendapat Catatan

Selain memberikan catatan kepada guru, Politikus Golkar juga memberikan catatan terhadap kinerja Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Menurut dia, kinerja dinas belum maksimal karena fokus masih di tataran administrasi, sedang untuk peningkatan prestasi belum menunjukan tanda-tanda yang menggembirakan. Kondisi ini bisa dilihat dari capaian prestasi yang diraih, Dia mengakui sebagai bagian dari Komisi D sudah sering melakukan diskusi maupun koordinasi dengan dinas, namun hasilnya belum terlihat.

“Untuk meningkatkan prestasi, saya juga meminta pada orang tua untuk lebih perhatian dan ikut memberikan motivasi sehingga minat anak untuk belajar jadi semakin meningkat,” kata Sekretaris DPD Golkar itu.

Advertisement

Sementara itu, Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan, hasil UN SMP akan diumumkan hari ini bersamaan dengan pengumuman kelulusan. Dia menjelaskan, hasil UN ini tidak berpengaruh signifikan terhadap kelulusan, karena penentuan sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah.

“Saat ini [kemarin], kami masih mengimput data dari sekolah sehingga belum bisa meyebutkan tingkat kelulusannya berapa,” kata Bahron.

Dia tidak menampik, pendidikan di Gunungkidul masih ada beberapa masalah. Selain masalah akademik, antusiasme siswa untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi masih kurang. “Ini masalah yang harus dipecahkan bersama dan bukan oleh dinas semata,” katanya.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif