Jogja
Kamis, 31 Maret 2022 - 16:46 WIB

Hendak Balas Dendam, 2 Anggota Geng Sekolah di Jogja Ditangkap Warga

Lugas Subarkah  /  Abdul Jalil  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi celurit (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, JOGJA — Dua remaja yang masih berstatus sebagai pelajar SMP dihajar warga lantaran kedapatan berboncengan dengan membawa senjata tajam berupa celurit. Kedua ABG yang terlibat dalam geng ini membawa celurit dengan tujuan untuk melancarkan aksi balas dendam.

Setelah mengamankan dua remaja itu, warga kemudian melaporkannya ke kepolisian.

Advertisement

Kapolsek Tegalrejo, Kompol Joko Sumarah, mengatakan satu dari dua remaja ini telah ditetapkan sevagai tersangka karena aksinya membawa sajam tanpa izin. Sementara satu remaja lainnya yang bertindak sebagai jongki masih berstatus sebagai saksi.

Baca Juga: Mau Nambah Tapi Dikatai Lemah, Pria Ini Sayat Tubuh PSK Pakai Cutter

Tersangka DJG, 16, merupakan warga Kemantren Danurejan. Keduanya ditangkap warga di wilayah Kemantren Tegalrejo pada Rabu (30/3/2022).

Advertisement

“Bermula ketika pelapor dan saksi melihat keduanya berboncengan motor dan membawa senjata tajam,” kata dia, Kamis (31/3/2022).

Kedua remaja ini menggunakan motor Honda Beat berpelat nomor AB 2606 AD. Pelapor dan saksi tersebut kemudian mengejar kedua remaja ini hingga tertangkap di Gang Teratai, Kampung Sidomulyo, Kelurahan Bener.

Berdasarkan pemeriksaan polisi, tersangka mengaku membawa celurit untuk menyerang orang. Hal ini dipicu motif balas dendam karena menurut pengakuannya, sebelumnya teman tersangka juga diserang di daerah Sleman.

Advertisement

Baca Juga: Mobil yang Dikemudikan Pensiunan Polri Nyemplung ke Jurang Kulonprogo

Tersangka yang masih SMP Kelas IX ini tergabung dalam satu geng sekolah. Geng ini kata dia, biasa berkumpul di daerah Fly Over Lempuyangan.

“Di dekat bioskop lama, biasanya 10 sampai 20 orang,” katanya.

Karena masih termasuk usia anak, polisi tidak menahan tersangka. Namun proses hukum tetap berlanjut dengan disangkakan Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat No. 12/1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif