Jogja
Kamis, 19 Mei 2011 - 09:28 WIB

Jalan Gito-Gati, penghormatan untuk sang legenda...

Redaksi Solopos.com  /  Budi Cahyono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Jalan Gito-Gati resmi menjadi nama jalan yang menghubungkan perempatan Denggung dengan perempatan Grojogan, Pandowoharjo, Sleman. Nama tersebut diambil dari nama seniman serba bisa kebanggan warga Sleman, Gito-Gati. Seniman saudara kembar ini tinggal di Dukuh Pajangan, Pandowoharjo.

Dari ibu kota Sleman, jaraknya tidak lebih dari tiga kilometer. Tepatnya, arah utara dari perempatan lampu merah Denggung. Atau dari Jombor

Advertisement

ambil arah kanan, di situ nama jalan Gito Gati tertera jelas.

Di mata masyarakat Sleman, Gito-Gati bukan sekadar seniman biasa. Keduanya adalah legenda, tokoh dan panutan masyarakat. Lewat guyonan

khas saat main kethoptrak dan mendalang, keduanya selalu menghadirkan suasana meriah.

Advertisement

Keduanya juga berjasa mengharumkan nama Sleman di tingkat naisonal. Maklum, duo ini kerap ditanggap mentas di berbagai daerah. Saking larisnya, konon mereka tak banyak waktu di rumah karena sibuk mentas.

“Gito-Gati adalah bapak desa yang sangat kami hormati. Kami bangga. Kiprah mereka di dunia kesenian patut diteladani, apalagi kesenian tradisional kini mulai langka,” ujar Kepala Desa Pandowoharjo Bambang Harniyanto kepada Harian Jogja, Sabtu (14/5).

Di luar kesenian, Mbah Gati juga menjabat sebagai  Kepala Dukuh Pajangan. Selama menjabat ia dikenal dekat dengan warga. Sifatnya yang entengan selalu memberi inspirasi warga untuk  saling gotong royong dan peduli dengan tetangga.

Advertisement

Kini kursi kepala dukuh itu menurun kepada anak menantunya. Istri dari Ki Bayu Sugati. Seperti pepatah buah kelapa jatuh tak jauh dari pohonnya, Ki Bayu adalah putra Mbah Gati yang kini meneruskan perjuangan sang ayah sebagai dalang wayang kulit. Adapun sang kakak, Basuki Supriyatman dikenal aktif di dunai seni tradisional.

Sedangkan dua putra Mbah Gito, Suwondo dan Bambang juga bukan nama asing di dunia pertunjukan kethoprak dan wayang kulit. Suwondo meneruskan perjuangan sang ayah sebagai dalang, sementara Bambang atau yang ngetop disapa Bambang Rabies populer dengan banyolannya yang khas dengan mimik wajah yang lucu.

Peresmian Jalan Gito-Gati dimeriahkan dengan wayangan.  Tanpil sebagai dalangnya, Suwondo dan Ki Bayu Sugati. Mereka akan bergantian menghibur masyarakat Pajangan. Kegiatan ini sekaligus menutup rangkaian acara puncak HUT ke-95 Pemkab Sleman, Minggu malam.(Wartawan Harian Jogja/Sumadiyono)

HARJO CETAK

Advertisement
Kata Kunci :
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif