SOLOPOS.COM - Sebuah truk bermuatan pasir melintasi jalur evakuasi di Plosokerep, Umbulharjo, Cangkringan, Selasa (9/1/2018). ((Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)

Kerusakan makin parah, butuh perhatian pemerintah.

Harianjogja.com, SLEMAN–Kerusakan jalur evakuasi di wilayah Cangkringan dinilai semakin parah. Warga berharap, jalur truk muatan pasir disediakan jalur khusus.

Promosi Piala Dunia 2026 dan Memori Indah Hindia Belanda

Dukuh Cakran Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan  Yudi Antoni mengatakan jalur evakuasi di wilayah Cangkringan semakin rusak akibat dilalui kendaraan bermuatan berat. “Jalur evakuasi di Dusun Duwet dan Gondang kondisinya sudah banyak aspal yang mengelupas dan jalannya bergelombang,” katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (9/1/2018).

Beruntung, jalur evakuasi di Dusun Cakran masih tergolong baik karena warga sepakat untuk menutup jalur tersebut dengan portal. Pemberian portal di jalur tersebut kerap dilewati kendaraan berat seperti truk-truk pengangkut pasir. “Kami minta, truk pengangkut pasir untuk tidak melewati jalur ini,” katanya.

Meski begitu, katanya, beberapa kali truk pengangkut pasir masih nekat menerobos. Portal itu sudah beberapa kali rusak ditabrak meskipun sudah ada rambu-rambu peringatan. Sepengetahuan dia, jalan tersebut berstatus jalan kabupaten. “Ini portal sudah baru lagi. Dibiayai desa. Kemarin habis ditabrak lagi sampai plangnya putus jadi dua, padahal posisi portal terbuka,” ujarnya.

Untuk menyelamatkan jalur evakuasi, Yudi berharap agar jalur khusus penambangan milik provinsi segera dibenahi. Saat ini, katanya, trek khusus jalur penambangan tersebut kondisinya memprihatinkan.
“Setahu saya jalur khusus trek penambangan itu, selama izin tambang di lokasi atas keluar, baru sekali diperbaiki dan langsung rusak,” ungkapnya.

Dari penelusuran Harianjogja.com, sejumlah jalur evakuasi bencana di sekitar kawasan Gunung Merapi rusak akibat aktivitas penambangan. Selain di Duwet dan Gondang, Wukirsari, jalur yang rusak juga berada di sepanjang Plosokerep hingga Plupuh, Umbulharjo. Jika kerusakan dibiarkan, dikawatirkan akan semakin parah.

Wiwid, salah seorang warga Plosokerep, Umbulharjo mengatakan, kerusakan jalur evakuasi tersebut dikarenakan banyak truk-truk bermuatan pasir lewat. Warga berharap pemerintah segera menyelamatkan jalur tersebut dan memperbaiki yang rusak. “Kalau di Plosokerep tidak serusak di Plupuh. Di Plupuh kondisinya lebih parah lagi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya