Jogja
Jumat, 17 November 2017 - 14:20 WIB

Jalur Kereta Api Samas Butuh 100 Hektare, Lahan Milik Siapa?

Redaksi Solopos.com  /  Nina Atmasari  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Stasiun Palbapang yang kini difungsikan sebagai Terminal Palbapang menjadi salah satu titik cagar budaya yang diusulkan oleh Disbud Bantul sebagai cagar budaya. Foto diambil, Selasa (17/1/2017) sore. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)

Jalur kereta api Samas akan dihidupkan lagi untuk mendukung keberadaan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA)

Harianjogja.com, BANTUL– Jalur kereta api Samas akan dihidupkan lagi untuk mendukung keberadaan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Advertisement

Baca juga : Stasiun Palbapang Bantul akan Dihidupkan Kembali

Bupati Bantul, Suharsono mengungkapkan sedikitnya butuh lahan 100 hektare untuk membangun jalur kereta api itu.

“Karena tanahnya juga ada 100 hektare yang dibutuhkan, dan kebayakan milik sultan grond dan diizinkan [oleh Sri Sultan HB X], dan untuk tanah penduduk sedikit diperlukan,” ujar Suharso selepas melakukan rapat tertutup di Gedung Gadri di Bangsal Kepatihan, Danurejan, Kota Jogja.

Advertisement

Kendati sudah disepakati dengan Sri Sultan HB X, rencana penghidupan Stasiun Palbapang masih mempunyai kendala. Pasalnya Pemkab Bantul belum mempunyai kesepakatan dengan pemilik Jalur yang membentang di Jalan Bantul itu.

“Dan itu belum ada deal, rencana masih dihubungkan ke Stasiun Lempuyangan itu,” ungkapnya.

Walaupun belum ada kesepakatan dengan PT KAI, Suharsono optimis bahwa stasiun Palbapang bakal rampung sebelum Bandara NYIA beroperasi. Di mana dalam pembangunan itu Suharsono akan melibatkan Pemerintah Provinsi dan pihak Swasta untuk mendanai.

Advertisement

“Dari Pemerintah [Provinsi] maupun dari swasta, tetapi itu baru rencana, tapi sudah disetujui dari sama provinsi dan baru bisa kita hitung manakala PT KAI sudah oke,” katanya.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif