Jogja
Minggu, 11 Oktober 2015 - 22:20 WIB

KARTU SAKTI JOKOWI : 15.000 KIS Didistribusi di Jogja

Redaksi Solopos.com  /  Mediani Dyah Natalia  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). (JIBI/Solopos/Antara/Fanny Octavianus)

Kartu sakti Jokowi kini juga disebar di Kota Jogja.

Harianjogja.com, JOGJA – Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Jogja menargetkan mampu mendistribusikan sekitar 15.000 Kartu Indonesia Sehat (KIS) hingga akhir Oktober.

Advertisement

“Distribusi dilakukan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Mereka berkoordinasi langsung dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan,” kata Kepala Bidang Bantuan dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Jogja Tri Maryatun di Jogja, Minggu (11/10/2015).

Kartu Indonesia Sehat (KIS) akan dibagikan kepada peserta BPJS Kesehatan dari kategori Penerima Bantuan Iur (PBI). Di Kota Jogja, kuota peserta PBI tercatat sebanyak 105.632 orang.

Warga yang tercatat sebagai peserta PBI tidak perlu membayar iuran atau premi setiap bulan sebagaimana kewajiban peserta BPJS Kesehatan karena sudah dijamin pemerintah.

Advertisement

Namun, lanjut Tri, daerah baru bisa mencetak sekitar 15.000 KIS sehingga distribusi akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh peserta PBI memperoleh kartu tersebut.

Data peserta PBI ditentukan oleh pemerintah pusat yang kemudian diverifikasi secara langsung di lapangan oleh petugas dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Jogja.

Berdasarkan hasil verifikasi, diketahui total PBI yang berhasil diverifikasi dengan data lengkap tercatat sebanyak 88.437 peserta, 13.993 peserta diusulkan diganti dan masih ada 3.202 peserta dengan data anomali.

Advertisement

Peserta yang diusulkan diganti tersebut disebabkan berbagai faktor seperti penerima meninggal dunia, pindah ke luar Kota Jogja, data ganda, penerima berganti status atau penerima tidak bisa ditemukan.

Penggantian diprioritaskan untuk bayi yang lahir dari peserta PBI serta anggota keluarga dari peserta PBI yang belum masuk sebagai peserta.

“Harapannya, pada 2016 seluruh warga yang tercatat sebagai peserta PBI sudah memperoleh kartu tersebut,” kata Tri.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif