Jogja
Selasa, 5 Juni 2012 - 09:35 WIB

KARYA MAHASISWA: Si Irit Lampu Sepeda Motor Tenaga Surya

Redaksi Solopos.com  /  Harian Jogja  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Mahasiswa UNY pembuat lampu tenaga surya (IST)

Mahasiswa UNY pembuat lampu tenaga surya (IST)

Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki potensi besar memanfaatkan tenaga surya untuk energi alternatif. Lima mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta mencoba membuat energi alternatif dengan memanfaatkan Matahari.

Advertisement

Lima mahasiswa dari Fakultas Teknik (FT) UNY itu Nova Suparmanto (Pendidikan Teknik Informatika), Dwi Setyawan (Teknik Otomotif), Akhid Abdul R. (Teknik Elektro), Ismail (Teknik Elektro) dan Aan Juniyanto (Pendidikan Teknik Mesin). Mereka berusaha menjawab kebutuhan energi alternatif melalui Automatic Headlamp Hybrid Technology (AHHT). Kelimanya menciptakan lampu sepeda motor bertenaga surya.

“Idenya dari kami, saat UU No.22/2009 tentang anjuran lalu lintas dan angkutan jalan raya untuk menyalakan lampu utama pada malam dan siang hari diubah menjadi diwajibkan,” terang Nova, kemarin (4/6).

Advertisement

“Idenya dari kami, saat UU No.22/2009 tentang anjuran lalu lintas dan angkutan jalan raya untuk menyalakan lampu utama pada malam dan siang hari diubah menjadi diwajibkan,” terang Nova, kemarin (4/6).

Program yang ditujukan menekan angka kecelakan itu boleh saja memberikan kontribusi positif dalam menyelamatkan nyawa manusia. Namun, tegas dia, dibalik kebijakan itu efek negatif berupa meningkatnya kebutuhan konsumsi energi turut meningkat. Disamping itu, bohlam lampu pada motor akan mudah cepat panas, mudah putus sehingga tidak ramah lingkungan.

Sekitar Agustus 2011, lima sekawan dari berbagai jurusan ini berupaya membuat proposal dan diajukan ke Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UNY untuk mendapat dana dari DIKTI. Beruntung usulan gagasan tersebut disetujui dan mendapatkan hibah sebanyak Rp4 juta pada Februari 2012.

Advertisement

Dari sejumlah percobaan, akhirnya didapat sistem penerangan dengan menggunakan sistem hybrid yang pas. Menggunakan dua energi pada suatu sistem dengan memanfaatkan solar cell sebagai sumber (12 volt DC/60mA) dan LED 5mm sebagai sumber cahaya, lampu motor mudah diaplikasikan. Selain membantu menghemat biaya pembelian bohlam, alat ini mampu memperpanjang umur aki.

“Cara kerja AHHT ini berdasarkan sensor cahaya (LDR). Ketika siang hari LDR akan mengirimkan signal kepada IC OP-AMP yang kemudian akan men-switch relay agar mode AHHT on dan sebaliknya. Relay sendiri adalah peralatan listrik yang berfungsi untuk membuka dan menutup sirkuit kelistrikan berdasarkan penerimaan signal tegangan,” jelasnya.

Agar inovasi ini dapat lebih mudah dirasakan masyarakat umum, pandawa dari FT UNY ini mengandeng mitra dari Bengkel Bandar Jaya Motor di Jalan Solo KM. 12 Kalasan, Sleman. Menurut Nova kemitraan ini memberikan manfaat bagi masing-masing pihak. Bagi mahasiswa diharapkan produk yang dihasilkan dapat bermanfaat, pemilik bengkel dapat menambah penghasilan sedang masyarakat dapat menghemat anggaran belanja untuk kebutuhan otomotif.

Advertisement

Dibanderol harga Rp90.000 untuk AHHT dan jasa pemasangan Rp9000, ujar Nova, nominal tersebut diharapkan dapat terjangkau seluruh lapisan masyarakat. “Harga jangan sampai lebih dari Rp100000 supaya masyarakat yang memiliki motor keluaran sebelum 2011 atau dari masyarakat menengah ke bawah dengan mudah mendapatkan,” paparnya.

AHHT, imbuhnya, saat dinyalakan pada siang hari secara langsung memanfaatkan cahaya matahari sehingga dapat langsung dipergunakan. Sementara saat hari mulai gelap, cadangan tenaga surya yang dihimpun saat siang hari akan membantu pencahayaan pengendara saat malam hari.

“Mudah-mudahan dengan penerapan alat ini dapat meningkatkan safety riding dan meminimalisasi tingkat kecelakaan kendaraan bermotor yang prosentasinya sangat tinggi di Indonesia,” ucap Nova.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif