Jogja
Jumat, 18 Agustus 2017 - 03:22 WIB

KECELAKAAN KULONPROGO : Ngilu, Kaki Korban Terjepit di Kabin Depan Truk, Evakuasi Butuh Waktu 2 Jam

Redaksi Solopos.com  /  Mediani Dyah Natalia  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Suasana evakuasi korban yang terjepit di kabin depan truk, pada laka tunggal, di Dusun Kaligintung Kidul, Desa Kaligintung, Kamis (17/8/2017). Korban yang terjepit itu bahkan sempat mendapatkan infus dan oksigen, selama proses evakuasi berlangsung. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)

Kecelakaan Kulonprogo terjadi di Kaligintung Kidul.

Harianjogja.com, KULONPROGO — Kecelakaan (laka) tunggal melibatkan satu unit truk pengangkut kayu, di Jln.Wates-Purworejo, Dusun Kaligintung Kidul, Desa Kaligintung, Kamis (17/8/2017). Akibat kejadian ini, lima awak kendaraan mengalami patah tulang di bagian tubuh yang berbeda-beda.

Advertisement

Baca Juga : KECELAKAAN KULONPROGO : Truk Masuk Selokan & Tabrak Pohon, 5 Korban Alami Patah Tulang

Lima korban tersebut di antaranya, Supramono, 53 dan Nugroho, 48  warga Gunungkidul, kemudian Sukardi, 43, warga Kota Jogja. Korban lainnya Rohadi, 50, warga Bantul dan Andri, 40, warga Kulonprogo. Saat kejadian, tiga korban berada di dalam bak truk, sedangkan dua lainnya yaitu Supramono dan Sukardi duduk di kabin depan. Kanit Lakalantas Satlantas Polres Kulonprogo, Ipda Toha menyampaikan seluruh korban dibawa ke Rumah Sakit Rizki Amalia untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut dia, proses evakuasi korban Sukardi memakan waktu hingga hampir dua jam lebih, karena kaki korban terjepit di kabin depan. Bahkan, Sukardi mendapatkan tindakan pemberian infus dan oksigen, karena terlihat lemah selama proses evakuasi berlangsung. Upaya penyelamatan sempat dibantu warga secara manual, menggunakan linggis, pipa besi dan balok kayu. Namun Sukardi baru dapat dikeluarkan, setelah bagian belakang truk ditarik tronton dan bagian depan truk ditarik menggunakan rantai mobil derek.

Advertisement

Salah satu saksi, Jumarno, warga Dusun Kaligintung Kidul, Desa Kaligintung, mengungkapkan, saat kejadian dirinya masih berada di dalam rumah. Ia langsung keluar setelah mendengar suara benturan keras. Sepengetahuan dirinya, laka tunggal di depan rumahnya itu adalah kali ketiga terjadi.

“Yang ini cukup parah, korban terakhir yang berhasil dievakuasi itu [Sukardi] sebetulnya kernet, ia menggantikan sopir usai istirahat di perbatasan, mungkin masih mengantuk. Kebanyakan kecelakaan terjadi akibat pengendara mengantuk,” ujarnya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif