SOLOPOS.COM - Ilustrasi tenggelam. (Medicalnewstoday.com)

Kondisi muara yang saat itu tengah pasang membuat tubuh Mahfud yang tak bisa berenang hanyut.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Berniat liburan untuk mengisi jeda semester, bocah kelas VI SD justru ditemukan tak bernyawa di dasar muara Dermaga Baru Glagah, Kecamatan Temon, Rabu (15/3/2017).

Promosi Mimpi Prestasi Piala Asia, Lebih dari Gol Salto Widodo C Putra

Adalah Muhammad Mahfud, 12, siswa SD Kaliwuluh, Wonosobo, yang tengah bermain air di tepi muara, sekitar pukul 13.00 mendadak berlari ke tengah muara menyusul kawan-kawannya yang lain. Nahas, kondisi muara yang saat itu tengah pasang membuat tubuh Mahfud yang tak bisa berenang hanyut. “Padahal, Mahfud ini awalnya tidak bermain di air. Tapi karena mungkin tergiur kawan-kawannya, ia pun menyusul [ke air],” ujar Asrowi, Kepala SD Kaliwuluh Wonosobo saat ditemui di sela proses evakuasi.

Melihat salah satu muridnya tenggelam, Sukristianto, 21, salah satu guru pendamping rombongan 19 siswa tersebut pun sontak berinisiatif menolong. Alih-alih berhasil menolong, guru warga Tlogowiro, Wonosobo itu justru ikut tenggelam.

Di lokasi yang tak berjauhan, salah satu pengunjung asal Cengkareng, Putra Kristanto,18, pun ikut menolong. Namun pemuda asli Desa Janturan, Kecamatan Pengasih itu pun bernasib sama.

Bermaksud menolong, Budi Santoso, warga Desa Tawangsari Kecamatan Pengasih yang juga saudara Putra Kristanto, pun ikut terjun ke air. Namun ia pun gagal. Beruntung, pria berumur 26 tahun itu masih bisa diselamatkan oleh seorang pengunjung yang lain. “Saat ini korban [Budi Santoso] masih dirawat di Klinik Amalia Temon,” ujar Syamsudin, Koordinator SAR Wilayah V.

Syamsudin menambahkan, setelah melakukan pencarian dengan mengerahkan puluhan personel SAR Gabungan dari Basarnas DIY, Sar Linmas DIY, dan Dirpoair Polda DIY, akhirnya dua orang korban, masing-masing Sukristiyanto dan Putra Kristanto berhasil ditemukan. Sedangkan satu jenazah lagi baru diketemukan sekitar pukul 17.00. “Awalnya kami hanya melakukan pencarian dengan cara manual. Dengan menggunakan bambu saja. Kami tak berani lakukan penyelaman tanpa alat, karena kedalaman yang mencapai 5 meter,” katanya.

Terpisah, Koordinator Lapangan Brigadir Bayu Sekti Manunggal mengatakan pencarian menjadi jauh lebih efektif setelah hadirnya empat orang penyelam yang masing-masing berasal dari SAR Linmas DIY dan Dirpolair Polda DIY. Alhasil, setelah tak lebih dari dua menit melakukan penyelaman, jenazah Muhammad Mahfud, siswa SD itu pun berhasil ditemukan.

Dijelaskannya, tubuh Muhammad Mahfud ditemukan di dasar muara dengan kedalaman 4 meter dalam kondisi utuh, tersangkut beton pemecah ombak di dasar muara. Itulah sebabnya, pencarian dengan cara manual jelas tidak akan bisa membuahkan hasil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya