SOLOPOS.COM - Ilustrasi aneka bahan pangan. (Deptan.go.id)

Ketahanan pangan di Gunungkidul masih menjadi masalah lantaran warga terganung pada bahan pangan tertentu.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Saat ini di Kabupaten Gunugkidul masih terdapat tujuh desa yang masuk kategori rawan pangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Brata mengakui masih ada tujuh desa di Gunungkidul yang masuk kategori rawan pangan.

Promosi Primata, Permata Indonesia yang Terancam Hilang

“Tujuh desa masih mengalami kerawanan pangan sampai pada 2017 ini. Jumlah tersebut masih sama seperti yang dialami pada 2016 lalu,” kata dia, Selasa (27/3/2017).

Adapun tujuh desa yang memiliki kategori rawan pangan adalah Desa Mertelu di Kecamatan Gedangsari; Desa Grogol dan Desa Krasem di Kecamatan Paliyan, Desa Banyusoca di Kecamatan Playen; Desa Kenteng di Kecamatan Ponjong; Desa Wonosari dan Desa Duwet di Kecamatan Wonosari.

Menurut Bambang kerawanan pangan yang melanda ketujuh wilayah tersebut, disebabkan sejumlah hal. Di antaranya rendahnya produksi pangan di sejumlah daerah. Atau terhambatnya distribusi pangan di sejumlah daerah yang akses jalanya masih sulit.

Sedangkan di sisi lain, kecenderungan masyarakat yang masih ketergantungan dengan satu bahan pangan tertentu juga dinilai menjadi persoalan. Masyarakat kata dia, masih ketergantungan dengan beras, dan bahan pangan import lainnya seperti terigu. Sehingga belum banyak yang memanfaatkan pangan lokal sebagai alternatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya