SOLOPOS.COM - Ilustrasi penyaluran air bersih. (Burhan Aris N./JIBI/Solopos)

Layanan PDAM Gunungkidul untuk masyarakat berpenghasilan rendah ternyata belum berjalan lancar. DPRD menemukan masih adanya kebocoran

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gunungkidul menemukan permasalahan kebocoran sambungan pipa untuk sambungan rumah baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di dusun kenteng, Pascarejo, Semanu, Rabu (2/9/2015).

Promosi Selamat Datang di Liga 1, Liga Seluruh Indonesia!

Mereka berharap permasalahan ini bisa segera diselesaikan karena bisa merugikan pelanggan.

Sidak dilakukan di beberapa tempat di wilayah Desa Pacarejo, Semanu. Sidak ini merupakan bagian pemberian dana hibah sebesar Rp3,5 miliar dari program SR baru bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

Saat melakukan sidak di Dusun Kenteng, Pacarejo, anggota Komisi B menemukan aliran air di rumah Wasiyem mati. Pemilik rumah, Wasiyem berdalih bahwa keran dalam meteran dimatikan karena ada kebocoran. Upaya tersebut dilakukan agar tagihan air bulanan tidak membengkak.

“Saya tutup, karena adanya kebocoran. Baru saat akan digunakan kran di meteran akan dibuka,” kata Wasiyem kepada awak media.

Dia menjelaskan, penutupan tersebut dilakukan supaya tagihan bulanan tidak membengkak. Sebab, meski tidak digunakan air tetap keluar dari sela-sela sambungan pipa. “Kalau tidak ditutup meterannya jalan terus,” ujar Wasiyem.

Mengetahui hal tersebut, Wakil Ketua Komisi B DPRD Gunungkidul Edi Susilo meminta kepada Perusahaan Daerah Air Minum untuk melakukan pengecekan ulang terhadap SR baru bagi warga MBR. Dia yakin temuan itu tidak hanya terjadi di wilayah Pacarejo, karena daerah lain juga memiliki potensi yang sama.

“Yang dipasangkan ada 1.500 SR jadi, potensi itu tetap ada. Untuk itu saya minta segera dicek ulang dan kalau ada kerusakan bisa diperbaiki,” ungkap Politisi PAN ini.

Dia menjelaskan, upaya perbaikan itu penting dengan tujuan memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan. Selain itu, jika kebocoran tersebut diperbaiki maka tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan.

“Masalahnya hanya itu saja. Sementara untuk penerima dan biaya pembayaran sudah sesuai dengan aturan dalam program MBR,” tutur mantan Kepala Desa Kedungpoh itu.

Sementara itu, Direktur Umum PDAM Tirta Handayani Wastono mengakui akan segera melakukan perbaikan terhadap kebocoran yang ada. Selain itu, program ini juga belum sepenuhnya selesai meski pemasangan sudah berakhir. “Kami masih akan lakukan pengecekan dan akan melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang ada,” kata Wastono.

Dia juga berpesan kepada pelanggang, jika menemukan kerusakan atau kebocoran segera melapor ke PDAM. Warga tidak diperkenankan memerbaiki atau merubah instalasi yang terpasang. “Kalau sampai dilakukan itu menyalahi aturan. Jika memang ada yang rusak lebih baik dilaporkan dan langsung akan ditindaklanjuti petugas,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya