SOLOPOS.COM - Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

Lelang proyek pemerintah telah menggunakan sistem online, namun celah untuk terjadinya praktek korupsi tetap ada

Harianjogja.com, BANTUL– Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pemantau anggaran Idea, Wasingatu Zakia menyatakan, kendati pengadaan barang sekarang menggunakan sistem online, modus atau celah-celah korupsi masih terbuka.

Promosi Alarm Bahaya Partai Hijau di Pemilu 2024

Ia menyebutkan di antaranya saat evaluasi penawaran peserta lelang oleh panitia pengadaan barang dan jasa.

“Awasi betul pada tahap evaluasi penawaran, itu di awal sebelum pengadaan barang, celah bermain mata bisa terjadi di sana. Harus diperhatikan apa rasionalisasi yang disampaikan panitia,” jelas Zaki, baru-baru ini.

Selain itu, sistem online menurutnya tidak bisa menghindari monopoli peserta lelang. Misalnya satu perusahaan memiliki lebih dari dua anak usaha yang seluruhnya diikutkan sebagai peserta lelang.

“Kalau kondisinya seperti itu, tingkat kompetisi peserta lelang lebih kecil karena ternyata peserta yang ikut meski banyak berasal dari satu perusahaan. Alhasil pemerintah tidak punya banyak pilihan,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya