Jogja
Jumat, 16 Juni 2017 - 08:55 WIB

LIMA HARI SEKOLAH : Sultan Beri Kesempatan Sekolah untuk Memilih

Redaksi Solopos.com  /  Mediani Dyah Natalia  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi siswa SD (Dok/JIBI/Solopos)

Lima hari sekolah bukanlah paksaan

Harianjogja.com, JOGJA — Gubernur DIY Sri Sultan HB X memberikan kesempatan kepada sekolah untuk memilih menerapkan kebijakan lima hari sekolah atau tidak sama sekali. Kebijakan itu sebaiknya diberlakukan bagi sekolah yang siap menerapkan saja, terutama sekolah negeri.

Advertisement

Sultan menilai, kebijakan itu sebaiknya tidak diberlakukan untuk semua sekolah karena kemampuan setiap sekolah berbeda.

“Kalau saya ya jangan diperlakukan semua, yang siap saja lah, kalau memang lima hari, karena sarana prasarana [untuk menerapkan] harus siap, murid juga harus siap. Kalau [sekolah] merasa siap, ya silahkan saja [diterapkan], kalau nggak [siap], ya nggak usah,” ungkap Sultan di Kompleks Kepatihan, Kamis (15/6/2017).

Ditanya perihal alasan pembinaan karakter di sekolah sehingga durasi lebih lama, Sultan menilai pembinaan karakter justru tidak hanya di sekolah. Anak seperti pelajar juga harus diberikan kemudahan dalam berinteraksi dengan masyarakat. Karena tanpa bersosialisasi dengan masyarakat, maka wawasan anak cenderung terbatas.

Advertisement

“Karakter itu tidak hanya di sekolah, mestinya juga bagaimana anak itu diberikan kemudahan untuk bergaul dengan masyarakat. Dalam arti supaya dibangun oleh masyarakat juga bahwa dalam kehidupan tidak hanya dibangun di sekolah. Kalau tidak pernah sosialisasi ya wawasannya terbatas,” ujarnya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif