SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Harianjogja.com, JOGJA- Puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga kembali menggeruduk Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY, Jalan Ipda Tut Harsono, Umbulharjo, Sabtu (2/11/2013).

Mereka menuntut KPU mempublikasikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) mahasiswa asal luar DIY yang akan menggunakan hak pilihnya di daerah itu.

Promosi Yos Sudarso Gugur di Laut Aru, Misi Gagal yang Memicu Ketegangan AU dan AL

Koordinator aksi, Nawawi Imam mengatakan dalam audiensi sebelumnya, Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan menjanjikan akan mempublikasikan DPT mahasiswa. Karena itulah, mereka menuntut lembaga penyelenggara pemilu tersebut segera memenuhi tuntutan mereka.

Ia mensinyalir KPU sengaja tidak mengakomodasi seluruh mahasiswa asal luar DIY untuk memilih di lokasi itu. Hal ini berarti lembaga itu mendukung tingginya angka golongan putih (golput).

“Hal ini bisa dilihat dari pernyataan KPU yang mengaku sudah melakukan sosialisasi dan pendataan di 13 kampus yang melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Padahal kami belum pernah mengetahui adanya sosialisasi bahkan terdaftar selaku pemilih di DIY sesuai lokasi domisili kami,” ujar Imam.

Karena itu mereka menuntut KPU melakukan pendataan ulang di setiap kampus. Jika hasil pendataan ulang dia tiap kampus berjumlah lebih dari 500 pemilih, TPS baru wajib didirikan di kampus tersebut.

Pantaun di lapangan, pihak kepolisian dari Polresta Jogja dan petugas keamanan KPU langsung melakukan pagar betis di depan pintu kantor. Massa aksi kemudian melakukan orasi dan sempat memaksa untuk masuk tapi dihalangi petugas sehingga sempat terjadi aksi saling dorong.
(JIBI/Harian Jogja/MG Noviarizal Fernandez)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya