SOLOPOS.COM - Satpol PP DIY memasang spanduk penutupan di Maguwoharjo Football Park akibat melanggar penggunaan tanah kas desa, Demangan, Maguwoharjo, Depok, Kamis (22/6/2023) - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Solopos.com, SLEMAN — Petugas Satpol PP Daerah Istimewa Yogyakarta menyegel Maguwoharjo Football Park yang berlokasi di Jalan Selokan Mataram, Demangan, Maguwoharjo, Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (22/6/2023). Area olahraga yang dilengkapi homestay dan kafe ini ditutup karena belum mengantongi izin dari Gubernur DIY.

Di pintu depan Maguwoharjo Football Park dipasang melintang spanduk kuning bertuliskan “Tempat ini ditutup. Melanggar Perda DIY No. 2/2017 tentang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat dan Pergub DIY No. 34/2017 tentang Pemanfaatan Tanah kas Desa”.

Promosi Selamat Datang di Liga 1, Liga Seluruh Indonesia!

Tulisan serupa dengan ukuran lebih kecil juga ditempel di beberapa titik di dalam area tersebut.

Kasi Penegakan dan Penyidikan Satpol PP DIY, Muhammad Tri Qumarul Hadi, menjelaskan penutupan ini bersifat sementara karena Maguwoharjo Football Park belum memiliki izin usaha pemanfaatan tanah kas desa di wilayah Maguwoharjo.

Ia menceritakan telah memeriksa lokasi tersebut sejak 9 Mei 2023 dan terbukti belum memiliki izin dari gubernur. Pada 11 Mei, pemilik Maguwoharjo Football Park sudah menandatangani kesediaan untuk menghentikan aktivitas usaha yang tertuang dalam surat pernyataan.

“Dalam pemantauan dari lapangan, kami mendapat laporan masih ada aktivitas. Kemudian kami mengirim petugas ke lokasi untuk memastikan laporan yang masuk, dan benar masih ada aktivitas. Sehingga hari ini kami menutup,” ujarnya.

dia menjelaskan untuk penggunaan tanah kas desa harus melalui prosedur perizinan dari Gubernur DIY. Maguwoharjo Football Park dikelola oleh PT Abinaya sampai saat ini belum bisa menunjukkan izin tersebut.

“Informasinya masih ada di Pemkab Sleman, belum sampai gubernur,” kata dia.

Maguwoharjo Football Park telah berdiri sejak 2021 dengan luas sekitar 28.000 meter persegi. Sejak awal pendiriannya, pemilik sudah berusaha mengajukan izin. Namun karena ada pergantian nama perusahaan, maka izinnya belum bisa diterbitkan.

Pemilik Maguwoharjo Football Park, Kahudi Wahyu Widodo, mengatakan pihaknya menghormati apa yang sudah menjadi keputusan Gubernur DIY.

“Kemudian kami juga akan secepatnya menyelesaikan izin yang selama ini juga sudah kami urus juga sebenarnya,” ungkapnya.

Ia menceritakan konsep awal Maguwoharjo Football Park merupakan akademi sepak bola dengan fasiltas pendukungnya. Walau akademinya belum berjalan, tetapi di lokasi tersebut sudah beroperasi sekolah sepak bola.

“Sudah dipakai kursus, dari mulai C, D dan A. Itu manfaatnya cukup banyak untuk perkembangan sepak bola di sini. Contoh di sela-sela kursus itu saya membuat workshop untuk para pelatih lokal. Misalnya saat ini kursus B atau A licence, yang C bisa mempersiapkan diri,” kata dia.

Ia menyewa tanah kas desa Maguwoharjo dengan kontrak 20 tahun. Pembayaran dilakukan setiap tahun. Untuk tahun pertama sudah dibayarkan, namun tahun kedua karena masih bermasalah izinnya, maka belum dibayarkan.

Berita ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul Tak Kantongi Izin Penggunaan Tanah Kas Desa, Maguwoharjo Football Park Ditutup

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya