SOLOPOS.COM - Pedagang uang kuno di Pasar Beringharjo menunjukkan lembaran uang "jadul" (JIBI/Harian Jogja/Garth Antaqona)

Pedagang uang kuno di Pasar Beringharjo menunjukkan lembaran uang "jadul" (JIBI/Harian Jogja/Garth Antaqona)

JOGJA—Bagi kolektor uang kuno mungkin Pasar Beringharjo menjadi surganya. Di Jalan Ketandan, konsumen dapat menemukan uang kuno. Ada uang dari masa orde baru sampai uang logam era 1500-an.

Promosi Ayo Mudik, Saatnya Uang Mengalir sampai Jauh

Kepada Harian Jogja, kemarin (12/6), Maria Ana Nuke, pedagang uang kertas dan koin kuno di Pasar Beringharjo, menjelaskan jika ia memiliki ratusan jenis uang kuno, mulai dari uang jenis kertas sampai uang logam kuno yang nilainya bisa sampai puluhan juta rupiah.

“Semakin tua tahun produksinya dan nilai uangnya, maka semakin mahal pula harganya,” ungkap Maria.

Beberapa koleksi Maria berasal dari zaman orde baru, 1950, uang sebelum kemerdekaan RI sampai tertua yakni uang logam yang dipergunakan di Kerajaan Majapahit pasca-penjajahan VOC pada 1500. Ia mengaku, untuk mendapatkan uang tersebut ia harus berburu sampai ke berbagai pelosok daerah, seperti Surabaya, Jakarta, Malang, Bandung serta Sumatra.

Di antara koleksi Maria bahkan terdapat pula uang logam 1930 yang terbuat dari perak dan emas. Uang logam perak dan emas memiliki nilai jual yang tertinggi. Selain harga tinggi karena usia dan nominalnya, uang logam dari perak dan emas ini juga dijual berdasarkan kadar serta beratnya sehingga semakin mendongkrak harganya.

Seperti harga uang logam 2,5 golden dengan kadar emas 90% yang pernah di lepas Maria senilai Rp17 juta-an tahun lalu. “Pembelinya para kolektor uang kuno. Mereka berani membeli mahal untuk uang kuno karena memiliki kelangkaan serta penuh nilai rekam sejarahnya,” tambah Maria.
Icuk Yunianto, pemburu uang kuno sekaligus pedagang asal Klaten, Jawa Tengah, mengaku jika koleksi pedagang di Pasar Beringharjo terbilang cukup lengkap. Ia kerap mendapatkan barang keinginannya ditempat ini sekaligus transaksi jual beli uang.

Keberadaan uang kuno saat ini memang menjadi lahan emas bagai sebagian orang. Banyak di antaranya yang juga menjadikan sebagai tempat untuk berinvestasi dengan cara membeli uang kuno dan kemudian akan dijual pada puluhan tahun mendatang.

Namun, hal ini diungkapkan Icuk hanya diterapkan beberapa orang yang sekaligus kolektor dan pecinta uang kuno. “Uang kuno itu barang yang istimewa. Ada sejarah dibalik tahun pembuatannya. Kalau yang mengerti, pasti akan mengetahui jika betapa berharganya uang ini,” ujar Icuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya