Jogja
Rabu, 3 Agustus 2011 - 16:45 WIB

Nelayan hilang di Pantai Palihan

Redaksi Solopos.com  /  Budi Cahyono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

KULONPROGO—Ombak pantai selatan Kulonprogo kembali menelan korban. Seorang nelayan, Rusdi Suwito, 60 warga Palihan I, Desa Palihan, Kecamatan Temon, hilang terseret ombak saat menjala ikan juwi di Pantai Palihan yang terletak tepat di sebelah barat Pantai Glagah, Selasa (2/8) sore. Saat itu ia tengah menjala ikan bersama dua orang rekannya, Teguh Santoso, 55, dan Elok Wahyu Cahyono, 26, yang keduanya juga warga Palihan.

Teguh Santoso, salah satu warga Dusun Palihan II yang merupakan salah satu rekan korban saat menebar jaring, mengatakan korban sempat melemparkan jaring ke air. Akan tetapi lantaran tiba-tiba ombak besar datang maka jaring yang dilemparnya tersebut terseret air, sehingga membuat tubuh renta korban ikut terseret ombak. ”Ikan saat itu memang tengah banyak-banyaknya,” ujarnya.

Advertisement

Ditambahkannya, saat itu, dirinya sempat melihat korban melambai-lambaikan tangan meminta tolong. ”Padahal, saya yakin, sebagai nelayan, dia [korban] bisa berenang,” tambahnya.

Parman, salah seorang petugas SAR Glagah mengatakan pihaknya langsung melakukan pencarian dan penyisiran saat mendengar laporan warga bahwa ada seorang nelayan yang terseret ombak. ”Tadi malam kami melakukan penyisiran. Jika melihat arah angin, kemungkinan korban terbawa arus ke arah barat. Tapi karena terjerat jaring kemungkinan korban tidak bergeser terlalu jauh,” ungkapnya.

Lokasi kejadian itu hanya berjarak sekitar 500 meter sebelah barat Pantai Glagah yang tiga hari sebelumnya juga menelan korban bernama Musbihin warga Wonosobo yang hingga kini juga belum diketemukan.(Harian Jogja/Arief Junianto)

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Kata Kunci :
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif