Jogja
Senin, 25 Januari 2016 - 21:40 WIB

ORMAS TERLARANG : PNS Eks Gafatar Dapat Toleransi

Redaksi Solopos.com  /  Sumadiyono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (JIBI/Dok)

PNS yang sempat tergabung dengan Gafatar tidak akan dipecat asal benar-benar insyaf.

 

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi PANRB Yuddy Chrisnandi menjamin anggota Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat Gafatar tak akan dipecat. Namun dia mensyaratkan mereka harus benar-benar insyaf dan tak kembali bergabung ke organisasi sejenia.

Pernyataan itu disampaikan Yuddy di Jogja Expo Center Senin (25/1). Menurutnya meskipun Gafatar termasuk organisasi yang wajib dihindari namun dia akan memberikan kesempatan kedua bagi PNS yang terlibat dan tak aktif bekerja selama berbulan-bulan.

“Kalau dia sebagai korban, mau mengaku serta insyaf dan menyadaribkesalahannya maka kami berikan toleransi untuk bekerja lagi,” tutur dia.

Advertisement

Tentu saja, lanjut Yuddy, PNS yang bersangkutan wajib melalui proses deradikalisasi terlebih dahulu. Yuddy menambahkan pihaknya tak melarang PNS maupun ASN untuk berorganisasi namun sebaiknya mereka mamilih organisasi masyarakat yang jelas dan tak kontroversial.

“Ikuti saja organisasi yang sudah terbukti tidak kontroversial dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional,” kata dia.

Terpisah, sejumlah instansi dan aparat di DIY di hari yang sama berkumpul untuk berkoordinasi di Gedung Pracimasono Kompleks Kepatihan DIY. Mereka membahas rencana penjemputan dan karantina para warga DIY eks Gafatar dari Asrama Haji Donohudan.

Advertisement

Kepala Dinas Sosial Untung Sukaryadi mengatakan, data terbaru terdapat 388 warga DIY eks Gafatar yang akan dijemput di Donohudan. Selain itu ada tambahan lima warga DIY yang saat ini berada di Jakarta.

Dia mengungkapkan untuk menjemput 388 warga DIY yang ada di Solo sebanyak tujuh bus milik Dinas Perhubungan DIY akan dikerahkan. Penjemputan akan dikawal aparat gabungan. Sementara lima warga yang ada di Jakarta dimintanya untuk diantar ke DIY.

“Rencana akan kami jemput Kamis, kami akan berangkat dari Kepatihan pagi harinya,” ujar Untung.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif