SOLOPOS.COM - RAJA BARU—KPH Anglingkusumo, saudara tiri Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX adalah tokoh pro pemilihan terkait RUUK DIY (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)

RAJA BARU—KPH Anglingkusumo, saudara tiri Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX adalah tokoh pro pemilihan terkait RUUK DIY (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)

Rumah model tempo dulu di Jalan Harjowinatan No.6 Pakualaman, Jogja, tampak asri. Begitu masuk ke dalam rumah banyak sekali peralatan rias Jawa dan sejumlah almari pakaian.

Promosi Era Emas SEA Games 1991 dan Cerita Fachri Kabur dari Timnas

Itulah kondisi rumah Kanjeng Pangeran Haryo Anglingkusumo yang sekaligus dijadikan tempat usaha istrinya KRAy S Murwengdyah Anglingkusumo. Selama ini istri Angling memiliki usaha bernama Sanggar Ayu Mandarpaes, yang bergerak di bidang tata rias.

Nama Anglingkusumo bagi sebagian warga Jogja sudah tidak asing lagi. Namun akhir-akhir ini namanya kembali diperbincangkan terkait pengukuhannya sebagai Paku Alam IX oleh warga yang menamakan dirinya Masyarakat Adikarta.

Ketika ditemui Harian Jogja di rumahnya, Selasa (17/4), Angling dengan tenang menanggapi pro dan kontra yang muncul terkait pengukuhannya.

Dengan mengenakan baju biru motif batik kawung dipadu celana kain dan sepatu kulit, Angling terlihat santai di dampingi istrinya KRAy S Murwengdyah Anglingkusumo.

Menurut Angling, selama 13 tahun mencari keadilan pewarisan tahta Paku Alam VIII, tiba-tiba warga mengukuhkan dirinya sebagai raja. Karenanya, momen itu dianggapnya sebagai mukjizat di kala semangat menuntut keadilan nyaris runtuh. “Ini jadi mukjizat karena tidak menduga dan mengira saya didaulat,” katanya.

Sebagai manusia biasa, kata Angling, wajar jika dia menuntut keadilan terutama seputar suksesi di Pakualaman. Bahkan Angling sudah menuangkan kegudahannya dalam buku dengan judul Janji Yang Belum Terlaksana Dari Sebuah Dinasti Yang Terkoyak. Dalam judul tersebut ditegaskan mengenai janji Paku Alam VIII yang telah menunjuk raja selanjutnya yakni dirinya namun tidak terealisasi.

Pasca-pengukuhan itupun tidak ada yang berbeda dengan Angling, panggilan akrabnya. Angling tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya. Selain kegiatan budaya, dunia wiraswasta yang digelutinya selama ini tetap dijalankan bersama istrinya.

“Saya seorang wiraswasta, pekerjaannya ke sana ke mari,” kata pria yang lahir pada 8 Januari 1944 tersebut.

Angling saat ini tercatat menjadi Komisaris Utama Rumah Sakit Ludira Husada Tama, kemudian menjalankan usaha PT Karya Pelita Abadi, yang bergerak dalam bidang agen gas elpiji.

Diterangkan Angling, memasuki usia ke-68 saat ini, aktivitas sehari-harinya tidak berubah semenjak masa muda dulu. Penggemar olahraga, terutama sepeda gunung itu masih tetap rutin melakukan aktivitasnya itu. Bahkan dulu dia sering bersepeda ke Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, di rumah mantan juru kunci Merapi Almarhum Mbah Maridjan. Bersama rekan pecinta sepeda lainnya bahkan pernah naik sepeda puluhan kilometer sampai ke waduk Sempor Gombong, Jawa Tengah. “Tapi pulangnya naik mobil,” ujarnya disusul tawa kecil.

Di bidang musik, Angling menggemari musik country. Bersama istrinya, Angling sering berkumpul di sekolah musik Cressendo Kota Baru hanya sekadar melepas lelah bersama pecinta musik sejenis lainnya.

Di bidang olahraga Angling pernah mewakili Indonesia dalam kejuaraan panahan di Swedia pada 1965. Angling juga pernah melatih panahan di IKIP pada 1983-1984 dan sampai kini sebagai penasihat Perpani.

Olahraga menembak juga pernah ditekuninya. Di cabang panahan dan menembak itu Angling telah mengumpulkan 20 medali emas, perak dan perunggu. Sejak muda Angling juga aktif di dunia fotografi. Terbukti sejak 1994 dipercaya Himpunan Seni Foto Amatir (HISFA) untuk menjadi ketua.

Istri Angling, Murwengdyah juga aktif di usaha tata rias, lewat Sanggar Mandar Paes. Murwengdyah menjelaskan usaha tata rias digelutinya karena orang Jawa semenjak lahir sampai meninggal dunia akan selalu didandani. “Seperti mitoni, mantenan sampai meninggal dunia didandani,” terangnya.

Selain itu Murwengdyah juga aktif dalam organisasi seperti di Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu & Rekaman Indonesia (PAPPRI DIY), Persatuan Ahli Kecantikan & Pengusaha Salon “Tiara Kusuma” DIY, Asosiasi Alzheimer Indonesia Cabang DIY dan organisasi lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya