Jogja
Minggu, 22 November 2015 - 18:55 WIB

PAKUALAM IX MENINGGAL DUNIA : Ribuan Warga Iringi Pemakaman Sri Paduka Pakualam IX

Redaksi Solopos.com  /  Nina Atmasari  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ribuan warga ikut mengantarkan jenazah KGPAA Pakualam IX ke peristirahatan terakhirnya di Makam Pakualam, Dusun Girigondo, Desa Kaligintung, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Minggu (22/11/2015). (JIBI/Harian Jogja/Rima Sekarani I.N)

Pakualam IX meninggal dunia, pemakaman disaksikan ribuan orang

Harianjogja.com,  KULONPROGO- Ribuan warga ikut mengantarkan jenazah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Pakualam IX ke peristirahatan terakhirnya di Makam Paku Alam, Dusun Girigondo, Desa Kaligintung, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Minggu (22/11/2015) siang.

Advertisement

Puluhan bendera setengah tiang terpasang di sepanjang jalan menuju Astana Girigondo menyambut rombongan mobil pembawa jenazah KGPAA Paku Alam IX yang tiba sekitar pukul 13.00 WIB.

Tak lama setelah ambulans berhenti, jenazah diturunkan dan disemayamkan sementara di Masjid Pakualaman Kompleks Makam Paku Alam Girigondo.

Peti jenazah sempat dibuka dengan disaksikan sejumlah kerabat dan abdi dalem. Salat jenazah kemudian dilakukan setidaknya dalam dua sesi sebelum kemudian peti jezanah dimasukkan ke dalam keranda khusus.

Advertisement

Sekitar pukul 13.30 WIB, jenazah diantar ke liang lahat yang telah disiapkan. Ratusan karangan bunga ucapan bela sungkawa seakan menjadi saksi ribuan masyarakat yang ingin ikut melepaskan kepergian sosok berwibawa yang lahir pada 7 Mei 1938 silam itu. Jenazah pun dimakamkan tepat di sebelah makam mendiang permaisurinya, Gusti Raden Ayu (GRAy) Koesoemarini yang telah mangkat pada 2011 lalu.

Hingga prosesi pemakaman berakhir, sejumlah peziarah tampak terus berdatangan. Mereka bahkan tidak hanya berasal dari DIY.

Misalnya saja Marni, warga Pacitan, Jawa Timur. Dia datang bersama rombongannya yang mencapai 28 orang. Meski harus menginap di Puro Pakualaman semalam, dia mengaku sudah niat ingin memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. “Kami sampai di Puro Pakualaman tengah malam dan menginap di sana,” kata Marni.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif