Jogja
Rabu, 14 Desember 2016 - 07:40 WIB

PARIWISATA SLEMAN : Pengembangan Wisata Harus Bottum-Up

Redaksi Solopos.com  /  Sumadiyono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Sejumlah wisatawan menikmati wahana permainan air di Jogja Bay, beberapa waktu lalu. Selama libur lebaran tahun ini, water park yang berada di Maguwoharjo, Depok, Sleman itu menargetkan kunjungan 10.000 orang per hari. (JIBI/Harian Jogja/dok. Jogjabay)

Pengembangan wisata ke depan akan banyak menyuguhkan potensi desa wisata.

Harianjogja.com, SLEMAN- Saat ini tren minat wisatawan mulai bergeser. Dari yang modern ke destinasi yang menyuguhkan lokalitas dan tradisionalitas. Artinya, pengembangan wisata ke depan akan banyak menyuguhkan potensi desa wisata.

Advertisement

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman AA Ayu Laksmidewi mengatakan, saat ini wisatawan cenderung ingin melihat dan terlibat dalam aktivitas tradisional di desa wisata. Menurutnya, pengembangan desa wisata menjadi aspek penting yang perlu dilakukan. “Syarat pengembangannya, bersifat dari, oleh dan untuk warga masyarakat. Dengan demikian pengembangan desa wisata hendaknya berpola bottom-up,” katanya, Selasa (13/12/2016).

Jika masyarakat dilibatkan, katanya, mereka akan merasa handarbeni terhadap potensi yang dimikilinya. Mereka juga akan bersemangat dan penuh kesadaran membangun desa wisatanya. “Aspek keberlangsungan menjadi hal yang utama, dalam arti pemanfaatan potensi yang dimiliki bukan untuk eksploitasi namun untuk mempertahankan dan melestarikan potensi tersebut,” kata Ayu.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif