SOLOPOS.COM - Sejumlah warga menandatangani kain saat juru parkir yang tergabung dalam Paguyuban Juru Parkir Malioboro (PJPM) menggelar aksi membagikan nasi bungkus dan menggalang dukungan di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (11/03/2016). Dalam aksinya mereka meminta dukungan kepada pengguna jalan yang melintas dan menuntut kejelasan relokasi yang bernurani dan menolak relokasi kantong parkir ke Taman Parkir Portable di Taman Parkir Abu Bakar Ali. (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)

Parkir Malioboro akan dilakukan penataan, namun juru parkir melakukan penolakan

Harianjogja.com, JOGJA- Puluhan petugas parkir Malioboro kembali menggelar aksi menolak relokasi parkir Jumat (11/3/2016). Aksi penolakan dilakukan dengan membagikan nasi bungkus kepada warga di sekitar Malioboro serta menggalang tanda tangan dukungan.

Promosi Komeng The Phenomenon, Diserbu Jutaan Pemilih Anomali

Ketua Paguyuban Juru Parkir Malioboro, Sigit Karsana Putra sudah bersiap di depan tempatnya biasa mangkal di depan hotel Mutiara Malioboro. Menyusul kedatangannya, beberapa tas plastik besar berisi 467 nasi bungkus tiba. Tak berapa lama, puluhan jukir di sepanjang Malioboro turut hadir.

Bersama, mereka kompak mengenakan seragam oranye. Beberapa menata nasi bungkus, yang lain membentangkan dua spanduk berisi aspirasi mereka.

“Relokasi bukan solusi, perampasan kesejahteraan jukir itu pasti,” begitu bunyi salah satu spanduk yang dibentangkan.

Sekitar pukul 10.00, puluhan jukir mulai bergerak menyusuri Malioboro. Seluruh nasi bungkus yang terkumpul lantas dibagikan kepada warga kurang mampu yang ada dan melintas di Malioboro. Beberapa pengayuh becak dan pkl Malioboro juga kebagian jatah nasi.

Sigit mengatakan aksi kali ini adalah aksi simpatik untuk menggalang dukungan masyarakat atas aspirasi mereka. Sampai saat ini, kata Sigit, belum ada upaya dialog dari Pemerintah Kota Jogja terkait rencana relokasi. Padahal April mendatang menjadi batas waktu untuk memindahkan para jukir ke lokasi baru di Abu Bakar Ali (ABA).

“Saya takutnya April nanti tahu-tahu digusur tanpa pemberitahuan, kalau seperti itu bisa kacau,” kata Sigit

Selain membagikan nasi bungkus, para jukir juga membentangkan di sisi barat Malioboro untuk ditandatangani para jukir dan siapa saja yang mendukung gerakan mereka. Wisatawan, warga, pengayuh becak dan PKL pun ikut membubuhkan tanda tangan mereka.

“Intinya kami tidak mendukung revitalisasi dan penataan Malioboro, tapi tolonglah dipikirkan solusi yang pas untuk para jukir, jangan sampai penataan malah membuat kami kehilangan pendapatan,” pinta Sigit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya