SOLOPOS.COM - Foto ilustrasi Pasar Seni Gabusan Bantul (JIBI/Harian Jogja Antara)

Pasar seni gabusan di Bantul akan dilakukan pembebasan, agar Pemkab bisa melakukan pembangunan

Harianjogja.com, BANTUL– Pemkab Bantul bakal kembali mengusulkan anggaran pembebasan lahan Pasar Seni Gabusan (PSG) senilai lebih dari Rp20 miliar. Sampai saat ini, pemerintah tidak dapat berekspansi mengembangkan PSG karena terganjal masalah lahan.

Promosi Primata, Permata Indonesia yang Terancam Hilang

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Sulistyanta mengatakan, dana pembelian lahan PSG akan ia ajukan kembali di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017. “Mudah-mudahan disetujui,” terang Sulistyanta, akhir pekan lalu.

Selama ini sudah dua kali Disperindagkop mengajukan anggaran pembebasan lahan PSG namun ditolak oleh DPRD. Alasannya pembelian tanah tersebut bukan prioritas. Lahan PSG seluas 4,5 hektare tersebut saat ini masih milik Pemerintah Desa Timbulharjo, Sewon.

Sesuai hasil audit terakhir harga tanah pada 2014, lahan tersebut bernilai Rp24 miliar. Saat ini, harga lahan dipastikan sudah naik seiring perkembangan harga pasar.

Pemkab kata dia ingin menguasai lahan tersebut agar mudah berekspansi. Misalnya bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mengembangkan PSG.

“Soal lahan itu sudah ketentuan. Kalau PSG mau dikerjasamakan dengan pihak ketiga, soal lahan harus clear [jelas] dulu itu punya Pemkab. Kalau saat ini kan masih punya desa, Pemkab menyewa,” papar dia.

Selama ini kata dia, akibat lahan tidak kunjung tuntas, Pemkab Bantul tidak dapat berkespansi. Beberapa tahun lalu, Pemkab sejatinya telah menjalinkan komitmen dengan salah satu investor di DIY yaitu Jogja Investment Forum (JIF) untuk mengembangkan PSG.

Pasar seni yang berdiri sejak 2004 itu rencananya akan dibangun hotel dan ruang pamer guna menarik kunjungan wisatawan. Lantaran lahan tidak kunjung beres, rencana investasi itu kini menguap.

Saat ini kata Sulistyanta, lembaganya tengah menggandeng konsultan untuk membuat kajian tentang pengembangan PSG. “Apakah PSG itu hasil kajiannya nanti cocok dibangun apa, atau dijadikan seperti apa kami belum tahu,” lanjutnya.

Hasil kajian konsultan  bakal menjadi dasar bagi Disperindagkop untuk mengajukan anggaran pembebasan tanah ke DPRD.

Sekretaris Disperindagkop Bantul Isah Budi Hartomo mengatakan, tren kunjungan wisatawan ke PSG saat ini terus meningkat. “Trennya naik terus kalau dibanding tahun-tahun sebelumnya,” papar Isah Budi Hartomo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya