SOLOPOS.COM - Ilustrasi pertanian kedelai. (Wahyu Darmawan/JIBI/Bisnis)

Kualitas kedelai impor dan lokal tidak jauh berbeda karena barang tidak ada di pasaran akhirnya pelaku usaha lebih memilih kedelai impor sebagai bahan pembuatan tahu.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pengusaha tahu di Gunungkidul, memilih menggunakan kedelai impor dibandingkan lokal karena stok melimpah, sedangkan harganya tidak terpaut jauh.

Promosi Vonis Bebas Haris-Fatia di Tengah Kebebasan Sipil dan Budaya Politik yang Buruk

Pengusaha tahu Agung Gunawan di Gunungkidul, mengatakan pihaknya memilih menggunakan kedelai impor karena stok melimpah.

“Kedelai impor jauh lebih banyak, kalau kedelai lokal seminggu setelah panen hilang. Selain itu, sari kedelai impor lebih banyak saat digiling,” kata Agung seperti dikutip Antara, Jumat (13/5/2016).

Ia mengatakan sebenarnya kualitas kedelai impor dan lokal tidak jauh berbeda karena barang tidak ada di pasaran akhirnya pelaku usaha lebih memilih kedelai impor sebagai bahan pembuatan tahu. “Ya memilih kedelai impor,” kata dia.

Agung mengatakan kalau kedelai lokal bisa memenuhi kebutuhan pengusaha, maka kemungkinan akan digunakan. Namun, kalau dilihat dari lapangan kondisi ini pihaknya tidak bisa menggunakan kedelai lokal.

“Kualitas bagus lokal, tetapi memang tidak ada barangnya. Kedelai lokal hanya seminggu setelah panen langsung habis,” katanya.

Sementara itu, Mantri Tani Kecamatan Ponjong, Dami Rianto mengatakan rendahnya keinginan petani untuk menanam kedelai lokal karena harga tidak sebanding dengan biaya produksi.

“Saat ini, harga kedelai lokal Rp7.000 per kilogram itu tidak sebanding dengan produksi,” katanya.

Untuk itu, petani lebih memilih dengan menananm komoditas lainnya. Selain itu banyaknya hama yang dialami peyani kedelai menyebabkan petani enggan menanam.

“Selain itu saat panen biasanya saat awal musim penghujan, kedelai menjadi busuk dan terserang hama penyakit,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya