SOLOPOS.COM - Puluhan PHL berorasi di depan kompleks Parasamya Bantul, Jumat (12/1/2018) siang. (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)

Gelombang unjuk rasa atas pemecatan ratusan Pekerja Harian Lepas (PHL) Pemkab Bantul terus berlangsung

Harianjogja.com, BANTUL–Gelombang unjuk rasa atas pemecatan ratusan Pekerja Harian Lepas (PHL) Pemkab Bantul terus berlangsung. Jumat (12/1/2018) siang, puluhan PHL berorasi di depan kompleks Parasamya. Mereka membacakan surat terbuka untuk Gubernur DIY.

Promosi Ijazah Tak Laku, Sarjana Setengah Mati Mencari Kerja

Baca juga : PEMECATAN PHL : Pemkab Buka Buka Lowongan 666 PHL

Dalam surat terbuka tersebut mereka memohon bantuan dan perlindungan kepada Sri Sultan HB X karena telah diberhentikan secara sepihak oleh Pemkab Bantul.

Apalagi banyak dari mereka yang telah bekerja selama belasan tahun dengan haji di bawah UMR dan tanpa jaminan kesehatan apapun. Mereka mengeluhkan mata pencaharian yang hilang, padahal mereka memiliki keluarga yang harus dihidupi.

Selain itu, mereka juga mempertanyakan alasan Pemkab Bantul memecat mereka karena efisiensi anggaran. Padahal Pemkab kembali membuka lowongan PHL baru dengan jumlah dua kali lipat lebih banyak dari yang dipecat.

“Apa ini yang dinamakan efisiensi?” ujar koordinator PHL, Raras Rahmawatiningsih.

Meskipun Bupati mempersilakan mereka untuk kembali mendaftar, namun Raras mengaku mayoritas merasa pesimis karena banyak syarat yang tidak bisa mereka penuhi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya