Jogja
Selasa, 14 Mei 2013 - 18:18 WIB

PEMILU 2014: Warga Diminta Awasi Pemutakhiran Data Pemilih

Redaksi Solopos.com  /  Sumadiyono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/dokumen)

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/dokumen)

WONOSARI—Komisi Pemilihan Umum Daerah Gunungkidul meminta kepada semua warga untuk mengawasi kinerja Petugas Pemutakhiran Data Pemilih.

Advertisement

Anggota KPUD Gunungkidul Is Sumarsono mengatakan, petugas pemutakhiran data pemilih merupakan tokoh dimasyarakat masing-masing sehingga terkadang dalam melakukan pendataan tidak mendatangi langsung setiap kepala keluarga (KK).

“Tetapi tidak menutup kemungkinan dalam pendataan hanya main tembak saja. Datane diawang soko ngomah, sehingga kemungkinan besar ada warga yang tercecer tidak terdaftar,”  katanya seusai sosialisasi penyusunan daftar pemilih pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD tahun 2014, Selasa (14/5/2013).

Sumarsono berharap semua pemangku kepentingan bisa memahami dan terlibat secara langsung mengawal pemutakhiran data pemilih dalam pemilu mendatang.

Advertisement

Zanuri Ikhsan, anggota KPUD lainnya menambahkan saat ini ada 1888 petugas pemutakhiran data pemilih yang sudah mulai bekerja sejak 1 April lalu hingga 9 Juni mendatang.  Pihaknya juga sudah menekankan kepada semua petugas pemutakhiran data agar bekerja secara profesional dan sesuai aturan.

“Jika ada warga yang yang belum pernah didatangi petugas [Pemutakhiran Data Pemilih] sampai 9 Juni maka harus melapor kepada perangkat desa atau ke KPUD langsung,” tandasnya.

Sementara itu, jumlah surat suara pada pemilu  tahun 2014 mendatang, kata Zainuri, hanya ada kelebihan 2 persen. Berbeda pada pemilu tahun 2009 lalu yang kelebihan surat suara mencapai 2,5 persen. Berdasarkan pengalaman pemilu tahun 2009 juga banyak permasalahan yang berawal banyaknya warga tidak terdaftar jadi pemilih.

Advertisement

“Ini harus dihindari pada pemilu tahun mendatang,” ujarnya.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif