Jogja
Selasa, 2 Februari 2016 - 11:21 WIB

PEMULANGAN ANGGOTA GAFATAR : Penampungan Dipindah, Anggota Gafatar Asal Sleman Boleh Dijemput Keuarga

Redaksi Solopos.com  /  Nina Atmasari  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Petugas kebersihan menyiapkan kasur tambahan untuk warga eks Gafatar di Youth Centre, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (26/01/2016). (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)

Pemulangan anggota Gafatar asal Sleman sudah bisa dilakukan penjemputan oleh keluarga

Harianjogja.com, SLEMAN- Pengungsi eks Gafatar asal Sleman akan dipindah dari penampungan di Youth Center ke Balai Pelatihan Transmigrasi (Balatrans) di Sleman, Selasa (2/2/2016) ini. Persiapan menyambut eks Gafatar tersebut telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.

Advertisement

Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Sleman, Surono menjelaskan, Pemkab memilih Balatrans untuk menampung eks Gafatar asal Sleman. Sebelumnya, Pemkab berencana menempatkan mereka di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) milik Dinas Sosial DIY.

“Lokasi digeser dari PSBR ke Balatrans karena di PSBR sedang dilakukan rehabilitasi untuk anak berkebutuhan hukum,” jelas Surono kepada wartawan, Senin (1/2/2016).

Di Balatrans, katanya, warga eks Gafatar akan ditempatkan di Aula Srikandi. Disnakersos juga menyiapkan beberapa bilik khusus untuk balita dan lansia. Sementara pengungsi lainnya akan ditempatkan di ruang bersama di aula. “Untuk kasur, kami sediakan sekitar 50 buah. Prioritasnya untuk balita, lansia, dan pengungsi yang sakit,” terang dia.

Advertisement

Selain tempat tidur, di gedung milik Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tersebut, pihaknya juga menyiapkan dapur umum. Persiapannya dilakukan bersama Tagana (Taruna Tanggap Bencana). Total terdapat 116 orang pengungsi eks Gafatar asal Sleman. Jumlah tersebut tersebut terdiri dari 25 balita, 17 anak-anak, dan 73 orang usia dewasa.

Surono menambahkan, para eks Gafatar tersebut akan menempati penampung selama tiga hari. Namun jika ada keluarga yang akan menjemput secara mandiri pada Selasa, tetap diizinkan. “Untuk penjemputan harus didampingi oleh pemerintah desa setempat agar tetap dilakukan koordinasi dan pengawasan,” jelasnya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif