SOLOPOS.COM - Sejumlah backhoe terparkir di halaman Ditreskrimum Polda DIY, Jumat (27/3/2015). Polda menyita empat unit alat berat dalam penggerebekan penambangan pasir ilegal di lereng Merapi. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)

Penambangan liar di lereng Merapi dirazia Polda DIY. Namun, belm ada tersangka untuk kasus ini

Harianjogja.com, SLEMAN—Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY terus memeriksa sejumlah saksi terkait penambangan ilegal di lereng Merapi.

Promosi Ijazah Tak Laku, Sarjana Setengah Mati Mencari Kerja

Penyidik belum menetapkan tersangka di balik praktik ilegal itu. Pemeriksaan masih berjalan dengan melibatkan sejumlah saksi ahli.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Anny Pudjiastuti menjelaskan, belum ada tersangka terkait kasus penambangan ilegal di Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel.

Proses pemeriksaan terhadap 10 orang,  termasuk pengawas pengelola penambangan masih berlangsung. Rencananya, setelah memeriksa saksi, penyidik bakal meminta keterangan saksi ahli.

“Sepuluh orang yang diperiksa masih sebagai saksi belum ada yang tersangka,” ujar Anny saat ditemui di Mapolda DIY, Jumat (27/3/2015).

Saksi ahli yang akan dimintai keterangan antara lain ahli titik koordinat dari Dinas ESDM DIY, ahli bidang pertanahan dari BPN DIY, ahli dari Balai Lingkungan Hidup (BLH) DIY serta Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) DIY. “Setelah nanti pemeriksaan saksi ahli selesai, akan dilakukan gelar perkara lagi,” ujar Anny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya