SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Pendidikan Kulonprogo ditegaskan bukan hanya untuk anak sekolah, tetapi juga orang tua

Harianjogja.com, KULONPROGO-Konsep pendidikan sepanjang hayat belum dipahami oleh seluruh masyarakat. Kebutuhan belajar dan mencari ilmu seharusnya bukan hanya milik anak usia sekolah tapi juga orang dewasa, termasuk mereka yang sudah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

Promosi Komeng Tak Perlu Koming, 5,3 Juta Suara sudah di Tangan

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, banyak masyarakat yang masih memaknai pendidikan sebagai kebutuhan anak muda saja, terutama mereka yang masih bersekolah.

Padahal, orang tua pun masih membutuhkannya. Bukan hanya soal meningkatkan dan mengasah kemampuan kognitif maupun berbagai keterampilan, melainkan juga mengembangkan pendidikan karakter.

Menurut Hasto, pendidikan juga bisa membuat karakter seseorang menjadi negatif. Hal itu karena merasa punya kemampuan maupun wawasan yang lebih dibanding orang lain, apalagi jika sudah senior dan banyak pengalaman. Bukannya semakin bijaksana, seseorang bisa saja malah menjadi menyebalkan setelah mengenyam pendidikan tinggi.

“Jadi orang tua harus tetap belajar dan introspeksi juga nilai karakter apa yang perlu dihilangkan dari diri masing-masing,” ucap dia usai upacara peringatan hari pendidikan nasional di Alun-alun Wates, Kulonprogo, Senin (2/5/2016).

Peringatan hari pendidikan nasional di Alun-alun Wates dimeriahkan dengan senam angguk massal oleh 1.200 siswa SD di Kulonprogo. Sebanyak tujuh penghargaan juga diserahkan Hasto kepada siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Capaian prestasi yang diapresiasi hari itu juga beragam, mulai tingkat propinsi, nasional, hingga internasional.

Sementara itu, dalam sambutan yang dibacakan Hasto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan mengatakan, pemerintah harus memastikan apa yang dipelajari anak-anak memang dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman. Komponennya mencakup kemampuan literasi, kompetensi, dan karakter diri.

Anies berpendapat, kemampuan literasi mempengaruhi kualitas dan kuantitas ilmu yang bisa diraih. Faktor tersebut juga berpengaruh pada kemampuan menerapkan pengetahuan dan wawasan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, peserta didik juga perlu dibimbing untuk meningkatkan kompetensi, baik terkait kreativitas, kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan masalah, serta keterampilan komunikasi dan kolaborasi.

Anies juga mengungkapkan karakter terdiri dari dua bagian, yaitu moral dan kinerja. Karakter moral meliputi hal-hal berkaitan dengan nilai pancasila, keimanan, ketakwaan, integritas, kejujuran, keadilan, empati, dan sopan santuan.

Sementara karakter kinerja mencakup sikap kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya