Jogja
Selasa, 26 November 2013 - 16:36 WIB

Penghapusan Mata Pelajaran, Guru TIK di Kulonprogo Mengadu ke Dewan

Redaksi Solopos.com  /  Maya Herawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi guru (JIBI/Solopos/Antara/Dok)

Harianjogja.com, KULONPROGO-Pemberlakuan kurikulum 2013 yang menyebabkan dihapuskannya pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di tingkat SMP, masih menyisakan persoalan. 20 Guru TIK di Kulonprogo Senin (25/11/2013) mengadu ke Dewan terkait kejelasan nasib mereka.

Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) TIK Kulonprogo, Agus Supriyanto, menuturkan, keresahannya atas nasib para guru mata pelajaran TIK karena sampai saat ini belum ada kejelasan.

Advertisement

“Mata pelajaran TIK dihilangkan, kami tidak tahu bagaimana masa depan kami,” ujarnya dalam audiensi anggota Komisi IV DPRD, dipimpin Wakil Ketua II, Soleh Wibowo, yang dihadiri Plt Kepala Dinas Pendidikan Joko Kushermanto, Kabid Dikdas Sarjana, dan beberapa pejabat lain.

Dijelaskannya, dalam pelaksanaan Kurikulum 2013, TIK akan diintegrasikan dengan mata pelajaran lain. Namun, sampai saat ini belum ada aturan yang jelas tentang integrasi tersebut, sehingga guru TIK belum mendapat jatah mengajar dari sekolah.

Padahal, kata Agus, keberadaan mapel TIK bagi siswa dan sekolah sangat penting. Selain, mengajar dan mendampingi siswa dalam mempelajari teknologi informasi, mata pelajaran tersebut juga memberi pengarahan pada guru non TIK dalam penerapan IT di dunia pendidikan.

Advertisement

Anggota Komisi IV, Kasdiono mengatakan, penghapusan mata pelajaran TIK merupakan regulasi pemerintah pusat, sehingga tidak mungkin pemkab tidak melaksanakan atau menabrak regulasi itu.

“Kemungkinan solusi, mencari celah agar mata pelajaran TIK bisa diajarkan kepada siswa, sebab dengan cara itu, siswa tetap bisa mendapatkan pelajaran TIK dan para guru juga bisa mendapatkan jam untuk mengajar,” paparnya.

Ketua Komisi IV Thomas Kartaya, menuturkan, dewan bersama dengan Dinas Pendidikan Kulonprogo akan mencari referensi ke Kemendikbud untuk memberi solusi atas masalah tersebut.

Advertisement

“Harus segera dicari solusi yang tepat untuk mapel TIK ini., mungkin masuk muatan lokal atau ekstrakurikuler karena yang penting siswa bisa memperoleh pelajaran ini dan nasib para guru tidak terkatung-katung,” tegasnya.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif