Jogja
Sabtu, 5 September 2015 - 13:20 WIB

PENIPUAN GUNUNGKIDUL : Rina Terpaksa Menyusui di Penjara

Redaksi Solopos.com  /  Mediani Dyah Natalia  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Kabag Ops Polres Gunungkidul Kompol Eddy Sugiharto (tengah) saat memaparkan ungkap kasus selama Agustus di Mapolres Gunungkidul, Jumat (4/9/2015). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)

Penipuan Gunungkidul dilakukan seorang ibu.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Seorang ibu, Rina Rahmawati,35, terpaksa berpisah dengan bayinya yang berusia tujuh bulan karena tersangkut masalah hukum. Warga Dusun Merandung, Desa Merandung, Bangkalan, Jawa Timur ini diciduk petugas Polres Gunungkidul karena melakukan penipuan berkedok investasi kebun teh di Bogor, Jawa Barat dan kebun karet di Lampung.

Advertisement

Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, Jumat (4/9/2015), penipuan ini terjadi sejak pertengahan November 2013, namun kasus tersebut baru terungkap Jumat (28/8/2015) lalu. Saat ditangkap, pelaku tidak bisa mengelak dan mengakui penipuan terhadap Bambang Iswadi, warga Dusun Dengok II, Dengok, Playen dengan kerugian Rp35 juta.

Meski harus mendekam di penjara, Rina tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang ibu. Sesekali saat suaminya mengejuk, ia memberikan asinya kepada anaknya tersebut.

Advertisement

Meski harus mendekam di penjara, Rina tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang ibu. Sesekali saat suaminya mengejuk, ia memberikan asinya kepada anaknya tersebut.

Oleh petugas, Rina disuruh memompa asi yang ditempatkan di wadah khusus sebagai cadangan. Untuk kemudian, cadangan tersebut bisa dibawa pulang ke Salatiga, Jawa Tengah.

“Kalau seperti ini, pelaku tidak harus selalu berada didekat bayinya. Sedangkan untuk asupan asi bisa diberikan dengan stok tersebut,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Gunungkidul AKP Mustijat Priyambodo kepada awak media, Jumat (4/9/2015).

Advertisement

“Korban pun tertarik dan memberikan uang Rp35 juta yang diberikan dalam tiga tahapan. Tapi apa yang dijanjikan hingga saat ini tidak pernah terbukti,” tutur Mustijat.

Dia menjelaskan, kasus penipuan yang dilakukan Rina tidak dilakukan sendiri. Saat ini petugas sedang memburu pelaku lain yang berinisial KW, yang diperkenalkan sebagai pengelola kedua perkebunan.

“Dua orang ini [Rina dan KW] salin bekerjasama, kepada korban KW disebutkan sebagai pengelola lahan karet dan teh. Tapi faktanya, dia bukan pengelola dan saat ini kami masukan sebagai daftar pencarian orang,” ungkapnya.

Advertisement

Atas aperbuatannya itu, Rina dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 4 tahun penjara. Guna pemeriksaan lebih lanjut, petugas juga mengamankan sebuah kartu ATM, dua kuitansi bukti penyerahan uang tertanggal 15 dan 18 November 2013.

Sementara itu, Kepala Bagian Operasional Polres Gunungkidul Kompol Eddy Sugiharto mengatakan, selama Agustus, petugas berhasil mengungkap enam kasus pidana. Beberapa kasus tersebut antara lain kasus judi di Ngawen dan Girisubo, pencabulan di Banyusoco, ungkap minuman keras, Playen, penipuan berkedok investasi, penipuan berkedok peminjaman alat musik di Wonosari.

“Saat ini dalam proses dan mudah-mudahan bisa terselesaikan semua,” kata Eddy usai melakukan pers rilis, kemarin.

Advertisement

Dia menjalaskan, pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari kegiatan cipta kondisi yang dilakukan jajaran Polres Gunungkidul. salah satu tujuannya adalah menjaga kondusifitas wilayah jelang pelaksanaan Pilkades dan Pilkada. “Patroli akan terus kami lakukan agar situasi dan kondisi tetap aman terkendali,” ungkap mantan Kepala Polsek Gondokusuman ini.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif