SOLOPOS.COM - Parkir Membludak (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)

Selama libur panjang perayaan Imlek, Pemerintah Kota Jogja memilih tidak memasang pagar pembatas yang biasanya terpasang di sisi barat Jalan Malioboro.

 

Promosi Yos Sudarso Gugur di Laut Aru, Misi Gagal yang Memicu Ketegangan AU dan AL

Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Kota Jogja akan mengevaluasi total mengenai kondisi Malioboro yang dinilai masih semrawut dan tidak teratur selama libur panjang perayaan Imlek akhir pekan lalu.

“Seperti yang bisa dilihat, kondisinya memang seperti itu. Tidak teratur karena banyaknya pengunjung di Malioboro. Saya akan lakukan evaluasi menyeluruh. Tujuan utamanya meningkatkan koordinasi semua pihak terkait,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti seperti dikutip Antara, Selasa (9/2/2016).

Selama libur panjang perayaan Imlek, Pemerintah Kota Jogja memilih tidak memasang pagar pembatas yang biasanya terpasang di sisi barat Jalan Malioboro. “Ada banyak pertimbangan. Namun nyatanya kondisinya menjadi tidak tertib,” lanjutnya.

Sejak akhir Desember 2015, Pemerintah Kota Yogyakarta memasang pagar pembatas berwarna jingga di sisi barat Jalan Malioboro. Namun, banyak yang mengkritik keberadaan pagar tersebut karena dinilai pemasangannya tidak tepat.

Pemerintah Kota Yogyakarta kemudian membongkar pagar tersebut sejak beberapa pekan lalu dan tidak memasangnya kembali hingga libur panjang Imlek. Pagar pembatas dipasang untuk menertibkan pengunjung, salah satunya menyeberang di lokasi yang sudah ditetapkan.

Selama libur panjang Imlek, Haryadi menilai, tiga unsur yang seharusnya terwujud di Malioboro sebagai tujuan utama wisata di Kota Yogyakarta yaitu keamanan, kebersihan dan ketertiban tidak terealisasi.

Ia tidak menampik jika banyak keluhan yang masuk dari wisatawan, seperti kondisi Malioboro yang sangat kotor karena sampah berserakan di mana-mana hingga banyak wisatawan yang kecopetan.

“Guna menyambut libur panjang akhir pekan lalu, kami sebenarnya sudah menambah 60 tempat sampah di Malioboro. Tetapi banyak yang hilang, mungkin hanya tersisa sekitar 10 tempat sampah saja. Bagaimana sampah tidak menumpuk,” katanya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya