Jogja
Senin, 25 November 2013 - 16:26 WIB

PERCERAIAN PNS : Ada Bermacam Penyebab PNS di Kota Jogja Bercerai

Redaksi Solopos.com  /  Nina Atmasari  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - ilustrasi calon pegawai negeri sipil (JIBI/Solopos/Dok)

Harianjogja.com, JOGJA- Kasus perceraian pegawai negeri sipil (PNS) di Kota Jogja cenderung menurun dalam kurun tiga tahun terakhir. Ada bermacam penyebab perpecahan rumah tangga ini.

Kepala Bidang Penatausahaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Jogja, Chrsty mengatakan, hingga Oktober 2013, ada 19 pengajuan izin perceraian.

Advertisement

Dari jumlah tersebut, 17 izin telah diberikan, satu berkas permohonan dicabut karena telah berdamai di PA, serta satu orang telah meninggal dunia.

Ia merincikan, tahun 2012, secara keseluruhan ada 27 izin yang diberikan dari 30 berkas pengajuan. Sementara 2011, ada 27 izin yang diberikan dari 28 berkas pengajuan.

“Patut diingat, dari jumlah tersebut ada kasus di mana suami dan istri sama-sama PNS di lingkungan Pemkot DIY jadi jumlahnya terlihat agak banyak,” ujarnya, Jumat (22/11/2013).

Advertisement

Selama ini, menurut dia, ada sejumlah alasan yang mendasari para PNS untuk bercerai seperti antara suami dan istri terus-menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran, serta tidak ada harapan untuk hidup rukun dalam rumah tangga, salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama dua tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah.

Selain itu ada juga alasan lainnya yakni salah satu pihak berbuat zinah, atau salah satu pihak bertabiat buruk seperti menjadi pemabuk, pemadat atau penjudi dan sukar diperbaiki.

Panitera Muda Hukum PA Kota Jogja, Abdul Adhzin mengatakan, selama 2013, lembaga peradilan tersebut mencatat ada 28 kasus perceraian yang diajukan oleh para abdi negara, lebih tinggi dibandingkan 2012 yakni 25 kasus. Sementara, 2011 ada 35 kasus perceraian PNS yang terjadi.

Advertisement

“Para PNS yang bercerai adalah yang tinggal di wilayah Kota Jogja, tapi tidak berarti mereka merupakan PNS di lingkup Pemerintah Kota Jogja. Sementara mengenai usia dan alasan perceraian, saya memerlukan waktu untuk meneliti satu persatu,” pungkas dia.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif