SOLOPOS.COM - Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/reuters)

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/reuters)

KULONPROGO—Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kulonprogo hingga kini masih kekurangan koleksi buku. Pemkab pun menginstruksikan semua instansi menyumbangkan minimal lima buku.

Promosi Nusantara Open 2023: Diinisiasi Prabowo, STY Hadir dan Hadiah yang Fantastis

Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kulonprogo, Supriyo mengatakan saat ini instansi tersebut memiliki koleksi 14.388 judul buku dan atau 21.744 eksemplar. Jumlah tersebut menurut dia sangat kurang dan mereka kesulitan untuk menambah koleksi lantaran keterbatasan biaya.

“Karena itu, perlu ada upaya tersendiri untuk menjawab kebutuhan itu. Kami kemudian mengajukan permintaan penambahan koleksi kepada Bupati Kulonprogo,” ujar Supriyo.

Selain itu, mereka juga tengah mengusahakan agar semua desa di Kulonprogo bisa memiliki perpustakaan desa. Dari 87 desa dan satu kelurahan di Kulonprogo, baru ada 54 desa yang sudah memiliki dan mengoperasionalkan perpustakaan desa. Empat desa tengah dalam proses pendirian setelah mendapatkan bantuan dari Provinsi DIY.

Kepala Bagian TI dan Humas Pemkab Kulonprogo, Rudy Widyatmoko mengatakan terkait permintaan persoalan dari Kantor Perpustakaan, bupati kemudian menerbitkan Surat Edaran No.041/2606 yang meajibkan instansi berbentuk badan atau dinas menyumbangkan 10 buah judul buku. Sementara instansi kelas kantor, eselon III dan kecamatan menyumbangkan lima judul buku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya