SOLOPOS.COM - Para siswa kelas IX SMP Negeri 1 Galur mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di ruang laboratorium komputer sekolah, Senin (25/4/2016). (Foto Istimewa/Dok.SMP Negeri 1 Galur)

Disdikpora menempatkan empat provinsi terkuat lainnya bakal menjadi pesaing terberat DIY

Harianjogja.com, JOGJA – Disdikpora menempatkan empat provinsi terkuat lainnya bakal menjadi pesaing terberat DIY dalam perhelatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK yang digelar pada 2018 mendatang.

Promosi Komeng The Phenomenon, Diserbu Jutaan Pemilih Anomali

Sebanyak 53 siswa yang akan mengikuti perlombaan itu akan dibina mulai awal 2018 dengan memberikan tambahan jam pelajaran di sekolah dengan harapan mengimbangi keempat provinsi tersebut.

Kepala Seksi SMK Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora DIY Suhartantin menjelaskan, pihaknya menetapkan ada 53 siswa SMK se-DIY yang akan melaju ke tingkat nasional dalam LKS 2018 mendatang.

Terdiri atas, 23 siswa dari bidang teknologi, seni kerajinan 10 siswa, pariwisata delapan, bisnis dan manajemen tiga siswa, kesehatan ada empat siswa, pertanian, kehutanan dan kelautan ada lima siswa.

Pada LKS 2017 tingkat nasional yang digelar pada Juni lalu, DIY berada di urutan kelima dengan memperoleh empat medali emas, lima perak dan 11 perunggu. Empat provinsi yang menjadi saingan berat DIY antara lain, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

Keempat provinsi tersebut memiliki populasi jumlah siswa dan sekolah SMK yang relatif banyak sehingga memiliki peluang mengirim siswa dengan jumlah lebih besar. Karena itu, pada LKS 2018, DIY akantetap berusaha mempertahankan peringkat tersebut, namun akan lebih baik jika mengalami peningkatan.

“Saingan kita memang berat ada empat provinsi itu, jadi kami mempertahankan peringkat kelima itu sudah bagus sekali,” terangnya saat ditemui Harianjogja.com di Kantor Disdikpora DIY Jalan Cendana, Kota Jogja, Jumat (3/11/2017).

Melalui pembinaan secara ketat, 53 siswa SMK itu diharapkan dapat mengimbangi para pesaing terberatnya. Ia menambahkan, di awal 2018 akan dilakukan pembinaan terhadap 53 siswa tersebut baik di sekolah maupun pembinaan melalui dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Jika sekolah sudah memiliki peralatan memadai maka pembinaan bisa dilakukan di sekolah. Bidang teknologi, pembinaannya akan lebih digencarkan, karena pada LKS 2017 dari bidang tersebut belum banyak menyumbangkan emas.

Dengan memberi perhatian khusus, harapannya bidang teknologi dapat menyumbangkan kejuaraan di tingkat nasional. “Kalau DIY, yang bidang seni paling banyak menghasilkan kejuaraan,” ungkap dia.

Adapun pelaksanaan pembinaan 53 siswa tersebut, akan dilaksanakan sekitar Februari 2018. Disdikpora DIY sepenuhnya memberikan bantuan kepada sekolah dalam proses pembinaan tersebut.

Sesuai dengan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA), para siswa yang mengikuti tersebut akan mendapatkan uang makan, honor peserta, honor instruktur pembinaan.

Selain itu masih dianggarkan pula untuk dana penyewaan alat yang dibutuhkan dalam pembinaan. Proses pembinaan akan dilakukan minimal 20 hari dari Disdikpora DIY dengan meliputi delapan jam pelajaran perhari, setiap jam pelajaran berdurasi 45 menit.

“Waktu pembinaan cukup lama juga setiap harinya, tetapi tidak terasa kan itu bukan ceramah, lebih banyak praktik jadi siswa tidak bosan,” ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya