Jogja
Minggu, 18 September 2016 - 08:20 WIB

PERTANIAN GUNUNGKIDUL : Petani Digelontor Puluhan Peralatan

Redaksi Solopos.com  /  Mediani Dyah Natalia  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ketua DPRD Gunungkidul Suharno saat memberikan bantuan alat pertanian ke kelompok tani di halaman DTPH, Kamis (15/9/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)

Pertanian Gunungkidul mendapat bantuan dari pemerintah pusat.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Petani Gunungkidul kembali digelontor fasilitas pertanian berupa pompa air dan mesin traktor. Harapannya dengan bantuan tersebut bisa meningkatkan produktivitas panen di Gunungkidul.

Advertisement

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Gunungkidul Azman Latif mengatakan, bantuan alat pertanian berasal dari  Pemerintah Pusat. Adapun bantuan yang diberikan di antaranya meliputi mesin traktor tangan sebanyak 57 unit, 15 pompa air ukuran kecil dan pompa air ukuran besar 26 unit.

Menurut dia, bantuan yang diberikan bukan yang pertama kali karena sejak beberapa tahun lalu pemerintah rutin memberikan alat-alat pertanian ke Gunungkigul. Diharapkan dengan fasilitas itu maka produktivitas hasil pertanian bisa meningkat.

“Bantuan sudah kami berikan ke kelompok dengan rincian satu kelompok, satu unit,” kata Azman kepada wartawan, Jumat (16/9/2016).

Advertisement

Dijelaskannya, komoditas pertanian di Gunungkidul masih didominasi oleh tanaman padi, dengan luas panen 57.014 hektare, yang meliputi padi sawah dan gogo. Adapun hasilnya mencapai 289.558 ton gabah.

“Dengan bantuan tersebut kami ingin produktivitas makin meningkat. Selain itu, kami juga akan melakukan pengawasan agar bantuan bisa tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat ke kelompok,” ungkap mantan Kepala BP2KP ini.

Ditambahkan Azman, berhubung bantuan bersumber dari Kementerian Pertanian maka alat-alat tersebut langsung disalurkan kelompok. Kondisi berbeda jika alat-alat tersebut didanai oleh APBD kabupaten harus memakai sistem pinjam pakai karena terbentur aturan dalam Undang-Undang No.23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Advertisement

“Bantuan itu hanya numpang lewat di dinas, karena setelahnya disalurkan ke kelompok,” ungkapnya.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif