Jogja
Kamis, 5 Juni 2014 - 01:16 WIB

PILPRES 2014 : Bupati dan Wabup Sleman Diminta Tak Terpengaruh Kehebohan Pilpres

Redaksi Solopos.com  /  Nina Atmasari  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Layar menampilkan pasangan capres cawapres nomor urut satu Prabowo Subianto (keempat dari kiri) - Hatta Radjasa (kelima dari kiri) dan pasangan capres cawapres nomor urut dua Joko Widodo (ketiga dari kiri) - Jusuf Kalla (kedua dari kiri) saat acara Deklarasi Pemilu Berintegritas & Damai - Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (3/6/2014). (JIBI/Solopos/Antara/Fanny Octavianus)

Harianjogja.com, SLEMAN-Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman, Rendrardi Suprihandoko meminta Bupati dan Wakil Bupati Sleman tidak terpengaruh dengan kehebohan pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres).

“Sebaiknya bupati dan wakil bupati lebih fokus mengurus rakyatnya daripada sibuk kampanye,” ungkap Rendrardi Suprihandoko, Rabu (4/6/2014).

Advertisement

Menurut Rendrardi, idealnya baik bupati maupun wakilnya harus menaati instruksi presiden untuk tetap netral. Dengan demikian, jalannya pemerintahan di Sleman tidak akan terpengaruh kehebohan pilpres.

Meski demikian, Rendrardi mengaku hal itu memang tidak mudah. “Itu idealnya, tapi nampaknya sulit diwujudkan,” kata dia.

Jika tetap jadi tim sukses, Rendrardi mengingatkan agar bupati dan wakil bupati tidak menggunakan fasilitas negara selama kampanye.
Jadwal cuti pun harus diatur sedemikian rupa agar kestabilan pemerintahan tetap terjaga. “Jalan tengahnya yang bersangkutan harus cuti bergantian,” ucap Rendrardi.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif