Jogja
Rabu, 29 Agustus 2012 - 14:32 WIB

PT Kharisma Export Ditutup 18 Agustus, Relokasi Ditarget Desember

Redaksi Solopos.com  /  Harian Jogja  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

BANTUL—PT Kharisma Export ditutup Satpol PP Bantul sejak 18 Agustus lalu karena perusahaan tersebut tidak bisa memenuhi kewajibannya mengurus perizinan sampai batas waktu yang ditentukan.

Kepala Satpol PP Bantul, Kandiawan mengatakan, pihaknya sudah menutup sesuai dengan kesepakatan. Namun, pihaknya berharap pengajuan permohonan perusahaan untuk perpanjangan waktu bisa dikabulkan.

Advertisement

“Tapi sebagai penegak perda, ya kami lakukan sesuai ketentuan,” ujarnya, Rabu (29/8).

Jika tidak dikabulkan, lanjutnya, relokasi merupakan jalan terakhir yang harus ditempuh perusahaan tersebut. Kandiawan menegaskan untuk menghindari kasus serupa, pihaknya mengimbau instansi yang berwenang untuk melakukan pembinaan etika bisnis.

“Ke depan, kami akan utamakan upaya persuasif,” imbuhnya.

Advertisement

Warga setempat sebelumnya menyampaikan keberatan atas keberadaan PT Kharisma Export. Mereka menganggap operasional mesin perusahaan mebel tersebut mengganggu lingkungan. PT Kharisma Export juga belum mengantongi sejumlah izin untuk beroperasi.

Lokasi pabrik akan dipindah dari Miri ke Bakalan. Hari ini, Rabu (29/8), perwakilan Ombudsman RI (ORI) DIY meninjau lokasi relokasi. Beberapa mesin sudah dipindahkan namun masih perlu pengaturan jaringan listrik serta ruang kedap suara.

“Sudah ditutup tanggal 18 Agustus lalu, suratnya sudah dibawa HRD perusahaan,” ujar Kepala Perwakilan ORI DIY, Budi Matshuri.

Advertisement

Ia mengatakan dari hasil tinjauan, perusahaan tersebut belum menyusun rencana aksi meski berjanji segera menyusun sebelum Desember. Menurtu Budi, waktu relokasi ditarget selesai hingga Desember.(ali)

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif