Jogja
Kamis, 9 Juni 2022 - 19:16 WIB

Puluhan Warga Gunungkidul Terjerat Rentenir, Ada yang Sampai Bunuh Diri

David Kurniawan  /  Abdul Jalil  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustras-Utang. (Suara.com)

Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Puluhan orang di Kalurahan Girisekar, Panggang, Gunungkidul, DI Yogyakarta, terjerat utang dari rentenir saat masa pandemi Covid-19. Bahkan ada warga desa setempat yang bunuh diri gara-gara terlilit utang rentenir.

Tokoh Karangtaruna Girisekar, Uga Hawadim, mengatakan selama pandemi Covid-19, banyak wraga di Dusun Sawah dan Warah yang terlilit utang hingga terjerat rentenir. Berdasarkan pendataan yang dilakukan ada skeitar 30 hingga 50 warga di dua dusun yang terlilit rentenir.

Advertisement

“Di tahun pertama lancar, tapi menginjak tahun kedua mulai tersendat. Awalnya, pinjaman dipergunakan mencukupi kebutuhan sehari-hari,” kata Uga kepada wartawan, Kamis (9/6/2022).

Menurut dia, praktik lintah darat ini sangat mencekik masyarakat. Bahkan beberapa waktu lalu ada warga bunuh diri karena jeratan tersebut.

Advertisement

Menurut dia, praktik lintah darat ini sangat mencekik masyarakat. Bahkan beberapa waktu lalu ada warga bunuh diri karena jeratan tersebut.

Baca Juga: 28 Nyawa Melayang dalam Kecelakaan di Gunungkidul Selama 6 Bulan

“Ada juga yang sampai menjual tanah, gara-gara untuk menutup utang,” katanya.

Advertisement

“Untuk pencairan mudah karena hanya bermodal KTP. Seorang korban bisa berutang di lima peminjam [rentenir],” katanya.

Uga mengaku sudah ada solusi dengan cara melunasi tanggungan tersebut. Meski demikian, para korban tetap ada kewajiban mengangsur sesuai tanggungan tanpa bunga ke lembaga yang telah ditunjuk secara bersama-sama.

Baca Juga: Sudah Bekerja Sebulan Lebih, Ratusan P3K di Gunungkidul Belum Gajian

Advertisement

“Total ada Rp34,7 juta yang dilunasi ke rentenir,” katanya.

Uang pelunasan berasal dari hasil pengumpulan pemuda, uang kas lembaga serta uang kas dari organisasi kemanusiaan. Selain itu, ada juga uang hasil pengumpulan dari Pokdarwis Bulusari.

“Sudah diselesaikan dan warga yang jadi korban tetap melunasi dengan cara mengangsur tanpa bunga sesuai dengan yang dilunasi. Rencananya hasil angsuran itu dipergunakan membantu warga lainnya,” katanya.

Advertisement

Lurah Girisekar Sutarpan mengapresiasi inisiatif karang taruna. Ia menilai praktik rentenir sangat memberatkan warga karena mematok bunga yang tinggi.

“Sudah ada pelunasan dan ada kesepakatan praktik-praktik rentenir dilarang di dua dusun,” katanya.

Berita ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul Puluhan Orang Jadi Korban Rentenir, Warga di Girisekar Gunungkidul Patungan untuk Pelunasan

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif